<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>APTFI</title>
	<atom:link href="https://aptfi.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://aptfi.or.id/</link>
	<description>Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Apr 2026 07:27:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>
	<item>
		<title>Hari Kedua Leadership Forum 2026 APTFI Bahas Kurikulum OBE, Zona Integritas, Hilirisasi Riset, dan Kepemimpinan Digital</title>
		<link>https://aptfi.or.id/berita/hari-kedua-leadership-forum-2026-aptf/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hari-kedua-leadership-forum-2026-aptf</link>
					<comments>https://aptfi.or.id/berita/hari-kedua-leadership-forum-2026-aptf/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sekretariat APTFI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 16:36:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aptfi]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Hilirisasi Riset]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum OBE]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership Forum 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perguruan Tinggi Farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[Zona Integritas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aptfi.or.id/?p=5316</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tangerang, 19 April 2026 — Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) melanjutkan penyelenggaraan Leadership Forum 2026 pada hari kedua dengan mengangkat berbagai isu strategis yang relevan bagi penguatan tata kelola dan masa depan pendidikan farmasi Indonesia. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas bagi para pimpinan perguruan tinggi farmasi dalam menghadapi tantangan transformasi kurikulum, integritas  [...]</p>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/hari-kedua-leadership-forum-2026-aptf/">Hari Kedua Leadership Forum 2026 APTFI Bahas Kurikulum OBE, Zona Integritas, Hilirisasi Riset, dan Kepemimpinan Digital</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling" style="--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;" ><div class="fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap" style="max-width:1310.4px;margin-left: calc(-4% / 2 );margin-right: calc(-4% / 2 );"><div class="fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column" style="--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:1.92%;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:1.92%;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:1.92%;--awb-spacing-left-medium:1.92%;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;"><div class="fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column"><div class="fusion-text fusion-text-1"><p data-start="614" data-end="1137"><strong data-start="614" data-end="642">Tangerang, 19 April 2026</strong> — Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) melanjutkan penyelenggaraan <strong data-start="726" data-end="751">Leadership Forum 2026</strong> pada hari kedua dengan mengangkat berbagai isu strategis yang relevan bagi penguatan tata kelola dan masa depan pendidikan farmasi Indonesia. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas bagi para pimpinan perguruan tinggi farmasi dalam menghadapi tantangan transformasi kurikulum, integritas kelembagaan, hilirisasi riset, serta kepemimpinan digital di era pendidikan tinggi modern.</p>
<p data-start="1139" data-end="1655">Pada hari kedua, forum menghadirkan sejumlah pembicara nasional, yaitu <strong data-start="1210" data-end="1250">Prof. Dr. Satibi, S.Si., M.Si., Apt.</strong>, <strong data-start="1252" data-end="1313">Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng.</strong>, <strong data-start="1315" data-end="1359">Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D.</strong>, dan <strong data-start="1365" data-end="1415">Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Ak., CA.</strong> Keempat pembicara membawakan materi yang saling melengkapi, mulai dari evaluasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), pembangunan Zona Integritas, inovasi dan hilirisasi riset, hingga digital leadership dalam pendidikan tinggi.</p>
<p data-start="1657" data-end="2231">Dalam sesi mengenai <strong data-start="1677" data-end="1753">Evaluasi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education dan Tindak Lanjutnya</strong>, <strong data-start="1755" data-end="1795">Prof. Dr. Satibi, S.Si., M.Si., Apt.</strong> menekankan pentingnya kepemimpinan akademik dalam memastikan kurikulum tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar menjadi instrumen penjaminan mutu lulusan. Kurikulum berbasis OBE perlu dirancang, dievaluasi, dan ditindaklanjuti secara sistematis agar capaian pembelajaran lulusan dapat terukur dan selaras dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, profesi, perkembangan ilmu pengetahuan, serta tantangan masa depan.</p>
<p data-start="2233" data-end="2670">Materi tersebut juga menyoroti peran pemimpin akademik sebagai penentu arah, penggerak perubahan, penjaga mutu, pembangun ekosistem, sekaligus teladan akademik. Dalam implementasi kurikulum OBE, pimpinan perguruan tinggi dan program studi perlu mendorong budaya perbaikan berkelanjutan, pengambilan keputusan berbasis data, penguatan metode pembelajaran dan asesmen, serta tindak lanjut hasil evaluasi melalui mekanisme yang terstruktur.</p>
<p data-start="2672" data-end="3210">Sesi berikutnya menghadirkan <strong data-start="2701" data-end="2762">Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng.</strong> dengan materi <strong data-start="2777" data-end="2813">Pembangunan Zona Integritas (ZI)</strong>. Paparan ini menekankan bahwa perguruan tinggi, termasuk fakultas dan program studi farmasi, perlu memperkuat tata kelola yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Zona Integritas menjadi bagian penting dalam mewujudkan budaya akademik yang bebas dari praktik korupsi, kolusi, nepotisme, gratifikasi, pungutan liar, dan berbagai bentuk penyalahgunaan kewenangan.</p>
<p data-start="3212" data-end="3810">Dalam konteks pendidikan tinggi, pembangunan Zona Integritas menjadi penting karena terdapat sejumlah potensi risiko dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Risiko tersebut dapat muncul dalam bentuk ketidakjelasan prosedur layanan, gratifikasi, konflik kepentingan, penyimpangan pengelolaan anggaran, hingga kegiatan yang hanya bersifat administratif tanpa memberikan dampak nyata. Oleh karena itu, diperlukan SOP yang jelas, sistem layanan berbasis digital, penguatan pengawasan, mekanisme pelaporan yang aman, serta budaya integritas yang dibangun secara konsisten.</p>
<p data-start="3812" data-end="4243">Pada sesi <strong data-start="3822" data-end="3854">Inovasi dan Hilirisasi Riset</strong>, <strong data-start="3856" data-end="3900">Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D.</strong> menegaskan pentingnya riset yang tidak berhenti pada publikasi, tetapi bergerak menuju kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat, industri, dan pembangunan nasional. Perguruan tinggi farmasi memiliki potensi besar dalam menghasilkan inovasi di bidang kesehatan, obat, bahan alam, teknologi formulasi, dan pengembangan produk berbasis riset.</p>
<p data-start="4245" data-end="4769">Paparan tersebut menekankan bahwa riset perlu dibangun berdasarkan kebutuhan dan tantangan nyata, bukan hanya berdasarkan topik atau produk. Ekosistem riset yang berdampak membutuhkan sinergi antara publikasi kelas dunia, pengembangan talenta, kemitraan, hilirisasi, industri bernilai tinggi, serta dukungan regulasi dan pendanaan. Dalam konteks pendidikan farmasi, hilirisasi riset menjadi bagian penting untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap kemandirian kesehatan nasional dan daya saing inovasi Indonesia.</p>
<p data-start="4771" data-end="5165">Sesi lainnya menghadirkan <strong data-start="4797" data-end="4847">Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Ak., CA.</strong> yang membahas <strong data-start="4862" data-end="4904">Digital Leadership in Higher Education</strong>. Materi ini menyoroti bahwa kepemimpinan digital dalam pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat lunak atau perangkat keras, tetapi juga menyangkut kemampuan pemimpin untuk mengarahkan transformasi ekosistem akademik secara strategis.</p>
<p data-start="5167" data-end="5610">Digital leadership menuntut pemimpin perguruan tinggi untuk memiliki visi yang jelas dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran, penelitian, administrasi, dan tata kelola institusi. Transformasi digital juga diperlukan untuk menjawab ekspektasi mahasiswa terhadap pembelajaran yang fleksibel dan personal, kebutuhan industri terhadap lulusan yang memiliki literasi digital, serta tuntutan daya saing global dalam pendidikan tinggi.</p>
<p data-start="5612" data-end="6140">Dalam praktiknya, kepemimpinan digital dapat diwujudkan melalui penguatan pembelajaran hybrid dan blended learning, pemanfaatan platform pembelajaran interaktif, pengembangan smart campus, sistem administrasi terintegrasi, paperless office, otomatisasi layanan mahasiswa dan staf, serta peningkatan kapasitas digital dosen dan tenaga kependidikan. Pemimpin digital juga perlu menjadi role model dalam penggunaan teknologi, mendorong pelatihan berkelanjutan, serta memastikan transformasi digital berjalan inklusif dan berdampak.</p>
<p data-start="6142" data-end="6570">Melalui keseluruhan sesi pada hari kedua, Leadership Forum 2026 APTFI memperkuat pesan bahwa masa depan pendidikan farmasi membutuhkan kepemimpinan akademik yang adaptif, visioner, berintegritas, dan berorientasi pada dampak. Transformasi kurikulum, penguatan budaya integritas, hilirisasi riset, dan kepemimpinan digital merupakan bagian penting dalam membangun perguruan tinggi farmasi yang unggul, relevan, dan berdaya saing.</p>
<p data-start="6572" data-end="7095">APTFI berharap forum ini dapat menjadi momentum konsolidasi bagi seluruh perguruan tinggi farmasi di Indonesia untuk memperkuat tata kelola institusi, meningkatkan mutu pendidikan, memperluas kontribusi riset, serta menyiapkan lulusan farmasi yang kompeten, etis, inovatif, dan siap menghadapi perubahan global. Melalui Leadership Forum 2026, APTFI terus mendorong perguruan tinggi farmasi agar mampu menjadi pusat pendidikan, inovasi, dan pengabdian yang memberi dampak nyata bagi masyarakat dan sistem kesehatan nasional.</p>
</div></div></div></div></div>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/hari-kedua-leadership-forum-2026-aptf/">Hari Kedua Leadership Forum 2026 APTFI Bahas Kurikulum OBE, Zona Integritas, Hilirisasi Riset, dan Kepemimpinan Digital</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aptfi.or.id/berita/hari-kedua-leadership-forum-2026-aptf/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>APTFI Perkuat Kepemimpinan Akademik Perguruan Tinggi Farmasi melalui Leadership Forum 2026</title>
		<link>https://aptfi.or.id/berita/aptfi-perkuat-kepemimpinan-akademik-leadership-forum-2026/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=aptfi-perkuat-kepemimpinan-akademik-leadership-forum-2026</link>
					<comments>https://aptfi.or.id/berita/aptfi-perkuat-kepemimpinan-akademik-leadership-forum-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sekretariat APTFI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 16:29:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aptfi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepemimpinan Akademik]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership Forum 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perguruan Tinggi Farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi Pendidikan Tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aptfi.or.id/?p=5314</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, 18 April 2026 — Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) menyelenggarakan Leadership Forum 2026 sebagai upaya memperkuat kepemimpinan akademik perguruan tinggi farmasi di Indonesia. Kegiatan yang mengusung tema “Strengthening Academic Leadership for Future Pharmacy Education” ini menjadi forum strategis bagi para pimpinan institusi pendidikan farmasi untuk merespons tantangan transformasi pendidikan tinggi, penguatan tata  [...]</p>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/aptfi-perkuat-kepemimpinan-akademik-leadership-forum-2026/">APTFI Perkuat Kepemimpinan Akademik Perguruan Tinggi Farmasi melalui Leadership Forum 2026</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-2 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling" style="--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;" ><div class="fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap" style="max-width:1310.4px;margin-left: calc(-4% / 2 );margin-right: calc(-4% / 2 );"><div class="fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-1 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column" style="--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:1.92%;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:1.92%;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:1.92%;--awb-spacing-left-medium:1.92%;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;"><div class="fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column"><div class="fusion-text fusion-text-2"><p data-start="621" data-end="1226"><strong data-start="621" data-end="647">Jakarta, 18 April 2026</strong> — Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) menyelenggarakan <strong data-start="720" data-end="745">Leadership Forum 2026</strong> sebagai upaya memperkuat kepemimpinan akademik perguruan tinggi farmasi di Indonesia. Kegiatan yang mengusung tema <strong data-start="861" data-end="930">“Strengthening Academic Leadership for Future Pharmacy Education”</strong> ini menjadi forum strategis bagi para pimpinan institusi pendidikan farmasi untuk merespons tantangan transformasi pendidikan tinggi, penguatan tata kelola, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan mutu dan daya saing pendidikan farmasi nasional.</p>
<p data-start="1228" data-end="1682">Melalui forum ini, APTFI menegaskan bahwa perguruan tinggi farmasi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang unggul, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Di tengah perubahan besar dalam dunia pendidikan tinggi, perkembangan teknologi, dinamika kebutuhan layanan kesehatan, serta tuntutan globalisasi, kepemimpinan akademik menjadi faktor kunci dalam menentukan arah dan kualitas institusi pendidikan farmasi.</p>
<p data-start="1684" data-end="2294">Pada hari pertama penyelenggaraan, Leadership Forum 2026 menghadirkan sejumlah pembicara nasional, yaitu <strong data-start="1789" data-end="1831">Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.T.P., M.M.</strong>, Direktur Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; <strong data-start="1907" data-end="1948">apt. Abdul Rahim, S.Si., M.Si., Ph.D.</strong> dari Universitas Hasanuddin; <strong data-start="1978" data-end="2015">Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec.</strong>; serta <strong data-start="2023" data-end="2074">Prof. apt. Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D.</strong> dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga dan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.</p>
<p data-start="2296" data-end="2952">Dalam sesi pertama, <strong data-start="2316" data-end="2358">Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.T.P., M.M.</strong> menyampaikan materi tentang <strong data-start="2387" data-end="2431">Transformasi Pendidikan Tinggi Indonesia</strong>. Sesi ini menekankan bahwa pendidikan tinggi perlu mengambil peran lebih serius dalam mendukung Indonesia menjadi negara maju. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut memperluas akses, tetapi juga meningkatkan kualitas, relevansi, daya saing, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional. Perguruan tinggi juga perlu memiliki peta jalan jangka panjang, memperkuat kapasitas inovasi, membangun jejaring global, serta menghadirkan talenta yang mampu menjawab kebutuhan masa depan.</p>
<p data-start="2954" data-end="3600">Forum ini juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma perguruan tinggi menuju <strong data-start="3034" data-end="3052">University 4.0</strong>, yaitu perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengajaran dan riset, tetapi juga memberikan dampak sosial, mendorong inovasi inklusif, memperkuat keberlanjutan, serta membangun kolaborasi dengan masyarakat, industri, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. Dalam konteks pendidikan farmasi, transformasi ini menjadi penting agar perguruan tinggi farmasi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu, inovasi, dan kontribusi nyata bagi sistem kesehatan nasional.</p>
<p data-start="3602" data-end="4092">Pada sesi pengelolaan mahasiswa unggul menuju prestasi PIMNAS, <strong data-start="3665" data-end="3706">apt. Abdul Rahim, S.Si., M.Si., Ph.D.</strong> membawakan materi mengenai <strong data-start="3734" data-end="3798">Strategi Pengelolaan Mahasiswa Unggul Menuju Prestasi PIMNAS</strong>. Dalam paparannya, pengembangan prestasi mahasiswa perlu dibangun melalui sistem yang terstruktur, mulai dari kebijakan institusi, dukungan kelembagaan, penyediaan sarana dan prasarana, pendampingan, strategi pembinaan, hingga sistem rekognisi yang jelas.</p>
<p data-start="4094" data-end="4494">Perguruan tinggi juga perlu mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kompetisi, menghasilkan karya, berorganisasi, menyelenggarakan kegiatan, serta memperoleh pengakuan atas capaian akademik dan nonakademik. Pemetaan talenta, pendampingan berkelanjutan, sistem penghargaan, dan budaya prestasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem mahasiswa unggul di lingkungan perguruan tinggi farmasi.</p>
<p data-start="4496" data-end="5049">Pada sesi penguatan kepemimpinan akademik, <strong data-start="4539" data-end="4576">Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec.</strong> membawakan materi <strong data-start="4595" data-end="4655">Penguatan Kepemimpinan Akademik untuk Pendidikan Farmasi</strong>. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi farmasi perlu memiliki visi yang jelas, tata kelola yang baik, budaya mutu yang kuat, serta roadmap pengembangan institusi yang terarah. Kepemimpinan akademik yang kuat menjadi kunci dalam mendorong program studi dan perguruan tinggi farmasi menuju akreditasi unggul, daya saing nasional, dan pengakuan internasional.</p>
<p data-start="5051" data-end="5464">Dalam konteks tersebut, budaya mutu tidak hanya dipahami sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai kesadaran institusional untuk menghadirkan pendidikan yang bermanfaat, relevan, dan mampu menjawab tantangan masa depan. Perguruan tinggi farmasi juga perlu memperkuat kerja tim, kolaborasi, keselarasan organisasi, internasionalisasi, serta jejaring kerja sama sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas.</p>
<p data-start="5466" data-end="6085">Selain itu, <strong data-start="5478" data-end="5529">Prof. apt. Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D.</strong> membahas <strong data-start="5539" data-end="5571">Pengelolaan SDM dan Keuangan</strong>. Dalam paparannya, pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan dipandang sebagai dua pilar strategis untuk mencapai keunggulan akademik dan operasional perguruan tinggi. Pengelolaan perguruan tinggi perlu dilakukan melalui siklus perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, dan tindak lanjut secara sistematis, dengan menekankan prinsip akuntabilitas, efisiensi, transparansi, dan mutu dalam kerangka <strong data-start="5978" data-end="6008">Good University Governance</strong>.</p>
<p data-start="6087" data-end="6551">Materi tersebut menegaskan bahwa perguruan tinggi yang berdampak membutuhkan tata kelola yang berintegritas, SDM yang kompeten, sistem keuangan yang sehat, serta budaya organisasi yang adaptif terhadap perubahan. Dalam menghadapi tantangan masa depan, perguruan tinggi farmasi perlu memperkuat kapasitas dosen, tenaga kependidikan, peneliti, dan seluruh unsur kelembagaan agar mampu mendukung pencapaian mutu akademik dan kontribusi institusi secara berkelanjutan.</p>
<p data-start="6553" data-end="7004">Melalui keseluruhan sesi pada hari pertama, Leadership Forum 2026 APTFI menjadi ruang refleksi dan konsolidasi bagi pimpinan perguruan tinggi farmasi untuk memperkuat arah pengembangan institusi. Isu-isu seperti transformasi pendidikan tinggi, kualitas lulusan, prestasi mahasiswa, kepemimpinan akademik, tata kelola SDM, keuangan, akreditasi, serta internasionalisasi menjadi perhatian penting dalam membangun masa depan pendidikan farmasi Indonesia.</p>
<p data-start="7006" data-end="7368">APTFI berkomitmen untuk terus menjadi wadah kolaborasi dan penguatan kapasitas bagi perguruan tinggi farmasi di Indonesia. Melalui Leadership Forum 2026, APTFI mendorong lahirnya pemimpin akademik yang visioner, kolaboratif, berintegritas, dan mampu membawa pendidikan farmasi Indonesia menuju masa depan yang lebih unggul, relevan, berdampak, dan berdaya saing.</p>
</div></div></div></div></div>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/aptfi-perkuat-kepemimpinan-akademik-leadership-forum-2026/">APTFI Perkuat Kepemimpinan Akademik Perguruan Tinggi Farmasi melalui Leadership Forum 2026</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aptfi.or.id/berita/aptfi-perkuat-kepemimpinan-akademik-leadership-forum-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>APTFI dan Lab Indonesia Gelar APITECH 2026, Dorong Hilirisasi Riset Kefarmasian dari Laboratorium ke Pasar</title>
		<link>https://aptfi.or.id/berita/aptfi-lab-indonesia-apitech-2026-hilirisasi-riset-kefarmasian/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=aptfi-lab-indonesia-apitech-2026-hilirisasi-riset-kefarmasian</link>
					<comments>https://aptfi.or.id/berita/aptfi-lab-indonesia-apitech-2026-hilirisasi-riset-kefarmasian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sekretariat APTFI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 16:16:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aptfi.or.id/?p=5312</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tangerang, 17 April 2026 — Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) berkolaborasi dengan Lab Indonesia menyelenggarakan APITECH 2026 (APTFI Pharmaceutical Innovation and Technology Expo) di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi farmasi, peneliti, akademisi, industri, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem inovasi serta mempercepat hilirisasi hasil  [...]</p>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/aptfi-lab-indonesia-apitech-2026-hilirisasi-riset-kefarmasian/">APTFI dan Lab Indonesia Gelar APITECH 2026, Dorong Hilirisasi Riset Kefarmasian dari Laboratorium ke Pasar</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-3 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling" style="--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;" ><div class="fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap" style="max-width:1310.4px;margin-left: calc(-4% / 2 );margin-right: calc(-4% / 2 );"><div class="fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-2 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column" style="--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:1.92%;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:1.92%;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:1.92%;--awb-spacing-left-medium:1.92%;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;"><div class="fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column"><div class="fusion-text fusion-text-3"><p data-start="561" data-end="1079"><strong data-start="561" data-end="589">Tangerang, 17 April 2026</strong> — Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) berkolaborasi dengan Lab Indonesia menyelenggarakan <strong data-start="697" data-end="767">APITECH 2026 (APTFI Pharmaceutical Innovation and Technology Expo)</strong> di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi farmasi, peneliti, akademisi, industri, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem inovasi serta mempercepat hilirisasi hasil riset kefarmasian menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.</p>
<p data-start="1081" data-end="1534">APITECH 2026 dihadirkan sebagai forum yang menekankan pentingnya transformasi riset dari sekadar luaran akademik menjadi inovasi yang memiliki nilai guna, nilai ekonomi, serta kesiapan untuk dikembangkan ke tahap komersialisasi. Melalui kegiatan ini, APTFI mendorong perguruan tinggi farmasi untuk tidak hanya berfokus pada publikasi ilmiah, tetapi juga memperkuat orientasi riset berbasis kebutuhan nyata masyarakat, industri, dan pembangunan nasional.</p>
<p data-start="1536" data-end="1952">Dalam salah satu paparan, disampaikan bahwa ekosistem riset dan pengembangan yang berdampak perlu dibangun secara terintegrasi, mulai dari penelitian, pengembangan talenta, kemitraan, hilirisasi, hingga penguatan produk bernilai industri. Riset kefarmasian juga didorong agar tidak hanya berangkat dari topik atau produk, tetapi dari kebutuhan dan tantangan nyata yang memerlukan solusi berbasis sains dan teknologi.</p>
<p data-start="1954" data-end="2530">Kegiatan ini turut menyoroti berbagai tantangan dalam hilirisasi riset, termasuk kesenjangan antara dunia akademik dan industri. Di lingkungan akademik, keberhasilan riset sering kali diukur dari kebaruan, signifikansi ilmiah, dan publikasi. Sementara itu, industri membutuhkan solusi yang stabil, dapat diproduksi secara konsisten, layak secara ekonomi, sesuai regulasi, dan memiliki peluang pasar yang jelas. Oleh karena itu, riset kefarmasian perlu dirancang sejak awal dengan mempertimbangkan aspek mutu, stabilitas, skalabilitas, regulasi, serta kebutuhan pengguna akhir.</p>
<p data-start="2532" data-end="2916">Sejumlah narasumber dalam APITECH 2026 juga memaparkan contoh konkret hilirisasi produk kefarmasian dan obat bahan alam. Berbagai model pengembangan ditampilkan, mulai dari penguatan roadmap tingkat kesiapan teknologi, pengembangan obat herbal terstandar, inovasi produk jamu, formulasi berbasis bahan alam, hingga strategi membangun jembatan antara laboratorium, industri, dan pasar.</p>
<p data-start="2918" data-end="3321">Salah satu contoh yang diangkat adalah pengembangan produk jamu dan natural health product yang tidak hanya bertumpu pada formulasi, tetapi juga pada data ilmiah, mutu, positioning produk, pengalaman pengguna, edukasi, dan kemitraan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa hilirisasi membutuhkan ekosistem yang lengkap, termasuk dukungan akademik, industri, regulator, media komunikasi, dan jejaring pengguna.</p>
<p data-start="3323" data-end="3673">Melalui APITECH 2026, APTFI menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perguruan tinggi farmasi sebagai motor inovasi nasional. Perguruan tinggi farmasi diharapkan mampu menghasilkan riset yang tidak berhenti di laboratorium, tetapi terus bergerak menuju produk yang aman, bermutu, relevan, berdaya saing, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.</p>
<p data-start="3675" data-end="4083">Kolaborasi antara APTFI dan Lab Indonesia dalam penyelenggaraan APITECH 2026 menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem inovasi kefarmasian yang lebih kuat. Forum ini diharapkan dapat memperluas jejaring kolaborasi antara akademisi, industri, regulator, dan mitra strategis lainnya, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi produk riset farmasi Indonesia untuk hadir di pasar nasional maupun global.</p>
</div></div></div></div></div>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/aptfi-lab-indonesia-apitech-2026-hilirisasi-riset-kefarmasian/">APTFI dan Lab Indonesia Gelar APITECH 2026, Dorong Hilirisasi Riset Kefarmasian dari Laboratorium ke Pasar</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aptfi.or.id/berita/aptfi-lab-indonesia-apitech-2026-hilirisasi-riset-kefarmasian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wafat Isa Almasih dan Paskah 2026: Momentum Refleksi dan Harapan bagi Masyarakat Indonesia</title>
		<link>https://aptfi.or.id/berita/wafat-isa-almasih-dan-paskah-2026-momentum-refleksi-dan-harapan-bagi-masyarakat-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=wafat-isa-almasih-dan-paskah-2026-momentum-refleksi-dan-harapan-bagi-masyarakat-indonesia</link>
					<comments>https://aptfi.or.id/berita/wafat-isa-almasih-dan-paskah-2026-momentum-refleksi-dan-harapan-bagi-masyarakat-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sekretariat APTFI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 15:23:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aptfi.or.id/?p=5307</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta, APTFI — Pada awal April 2026, masyarakat Indonesia memperingati dua momen penting dalam kalender keagamaan, yaitu Wafat Isa Almasih pada 3 April 2026 dan Hari Paskah pada 5 April 2026. Kedua peringatan ini menjadi waktu yang penuh makna, tidak hanya bagi umat Kristiani, tetapi juga sebagai refleksi nilai-nilai universal bagi seluruh masyarakat Indonesia. Refleksi  [...]</p>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/wafat-isa-almasih-dan-paskah-2026-momentum-refleksi-dan-harapan-bagi-masyarakat-indonesia/">Wafat Isa Almasih dan Paskah 2026: Momentum Refleksi dan Harapan bagi Masyarakat Indonesia</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="137" data-end="563"><strong data-start="137" data-end="158">Yogyakarta, APTFI</strong> — Pada awal April 2026, masyarakat Indonesia memperingati dua momen penting dalam kalender keagamaan, yaitu <strong data-start="267" data-end="308"><span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Wafat Isa Almasih</span></span></strong> pada 3 April 2026 dan <strong data-start="331" data-end="372"><span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Hari Paskah</span></span></strong> pada 5 April 2026. Kedua peringatan ini menjadi waktu yang penuh makna, tidak hanya bagi umat Kristiani, tetapi juga sebagai refleksi nilai-nilai universal bagi seluruh masyarakat Indonesia.</p>
<h4 data-section-id="1hpwja7" data-start="565" data-end="601">Refleksi Pengorbanan dan Kasih</h4>
<p data-start="602" data-end="881">Peringatan Wafat Isa Almasih atau Jumat Agung merupakan momen untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus sebagai simbol kasih, pengampunan, dan ketulusan. Nilai-nilai ini relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun hubungan sosial yang harmonis dan penuh empati.</p>
<p data-start="883" data-end="1093">Di tengah dinamika kehidupan modern, semangat pengorbanan dan ketulusan menjadi fondasi penting dalam memperkuat kepedulian terhadap sesama, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dunia profesional.</p>
<h4 data-section-id="ibfb13" data-start="1095" data-end="1138">Semangat Kebangkitan dan Harapan Baru</h4>
<p data-start="1139" data-end="1354">Dua hari setelahnya, perayaan Hari Paskah menghadirkan makna kebangkitan dan harapan baru. Paskah menjadi simbol optimisme, semangat untuk bangkit dari keterbatasan, serta keberanian menghadapi tantangan masa depan.</p>
<p data-start="1356" data-end="1531">Momentum ini mengajak masyarakat untuk terus berinovasi, memperbaiki diri, dan berkontribusi secara positif dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam pembangunan bangsa.</p>
<h4 data-section-id="18nh20d" data-start="1533" data-end="1577">Menguatkan Toleransi dalam Keberagaman</h4>
<p data-start="1578" data-end="1856">Sebagai negara dengan keberagaman agama dan budaya, Indonesia menjadikan peringatan hari besar keagamaan sebagai sarana memperkuat toleransi dan saling menghormati. Wafat Isa Almasih dan Paskah menjadi pengingat penting bahwa perbedaan adalah kekuatan yang perlu dijaga bersama.</p>
<p data-start="1858" data-end="1981">Nilai toleransi ini menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan dan menciptakan kehidupan sosial yang damai dan inklusif.</p>
<h4 data-section-id="14qerp5" data-start="1983" data-end="1996">Penutup</h4>
<p data-start="1997" data-end="2356">APTFI mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai peringatan Wafat Isa Almasih dan Hari Paskah 2026 sebagai momentum refleksi diri, penguatan nilai kemanusiaan, serta penumbuh harapan baru. Semangat pengorbanan dan kebangkitan diharapkan dapat menginspirasi setiap individu untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi lingkungan sekitar dan kemajuan bangsa.</p>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/wafat-isa-almasih-dan-paskah-2026-momentum-refleksi-dan-harapan-bagi-masyarakat-indonesia/">Wafat Isa Almasih dan Paskah 2026: Momentum Refleksi dan Harapan bagi Masyarakat Indonesia</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aptfi.or.id/berita/wafat-isa-almasih-dan-paskah-2026-momentum-refleksi-dan-harapan-bagi-masyarakat-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948: Refleksi Keheningan dan Keseimbangan di Era Modern</title>
		<link>https://aptfi.or.id/berita/hari-raya-nyepi-tahun-baru-saka-1948-refleksi-keheningan-dan-keseimbangan-di-era-modern/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hari-raya-nyepi-tahun-baru-saka-1948-refleksi-keheningan-dan-keseimbangan-di-era-modern</link>
					<comments>https://aptfi.or.id/berita/hari-raya-nyepi-tahun-baru-saka-1948-refleksi-keheningan-dan-keseimbangan-di-era-modern/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sekretariat APTFI]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2026 15:24:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aptfi.or.id/?p=5237</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada 21 Maret 2026 kembali menghadirkan makna mendalam bagi umat Hindu di Indonesia. Nyepi tidak sekadar menjadi penanda pergantian tahun, tetapi juga merupakan momentum untuk menata kembali kesadaran diri melalui keheningan dan pengendalian diri. Dalam pelaksanaannya, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian yang meliputi  [...]</p>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/hari-raya-nyepi-tahun-baru-saka-1948-refleksi-keheningan-dan-keseimbangan-di-era-modern/">Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948: Refleksi Keheningan dan Keseimbangan di Era Modern</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-4 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling" style="--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;" ><div class="fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap" style="max-width:1310.4px;margin-left: calc(-4% / 2 );margin-right: calc(-4% / 2 );"><div class="fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-3 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column" style="--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:1.92%;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:1.92%;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:1.92%;--awb-spacing-left-medium:1.92%;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;"><div class="fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column"><div class="fusion-text fusion-text-4"><p data-start="316" data-end="626">Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada <strong data-start="378" data-end="395">21 Maret 2026</strong> kembali menghadirkan makna mendalam bagi umat Hindu di Indonesia. Nyepi tidak sekadar menjadi penanda pergantian tahun, tetapi juga merupakan momentum untuk menata kembali kesadaran diri melalui keheningan dan pengendalian diri.</p>
<p data-start="628" data-end="916">Dalam pelaksanaannya, umat Hindu menjalankan <em data-start="673" data-end="696">Catur Brata Penyepian</em> yang meliputi pembatasan aktivitas fisik maupun sosial. Praktik ini menghadirkan ruang refleksi yang jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah dinamika modern yang serba cepat dan penuh distraksi.</p>
<hr data-start="918" data-end="921" />
<h4 data-section-id="jiz5q6" data-start="923" data-end="967">Keheningan sebagai Pendekatan Reflektif</h4>
<p data-start="969" data-end="1273">Berbeda dengan narasi sebelumnya yang menekankan aspek spiritual secara umum, pendekatan Nyepi juga dapat dipahami sebagai metode reflektif yang sistematis. Keheningan memberi kesempatan bagi individu untuk melakukan evaluasi diri secara menyeluruh—baik dari aspek personal, sosial, maupun profesional.</p>
<p data-start="1275" data-end="1542">Dalam konteks kehidupan modern, nilai ini menjadi semakin relevan. Intensitas aktivitas digital, tekanan pekerjaan, serta tuntutan produktivitas seringkali mengurangi ruang untuk berpikir jernih. Nyepi justru menghadirkan keseimbangan melalui jeda yang terstruktur.</p>
<hr data-start="1544" data-end="1547" />
<h4 data-section-id="181thga" data-start="1549" data-end="1595">Perspektif Keseimbangan dan Keberlanjutan</h4>
<p data-start="1597" data-end="1805">Penghentian aktivitas selama Nyepi memberikan dampak nyata terhadap lingkungan. Penurunan mobilitas dan konsumsi energi menjadi refleksi bahwa keseimbangan ekologis sangat dipengaruhi oleh perilaku manusia.</p>
<p data-start="1807" data-end="2144">Prinsip ini sejalan dengan arah pengembangan berbagai bidang keilmuan, termasuk farmasi, yang saat ini mengarah pada pendekatan berkelanjutan (<em data-start="1950" data-end="1975">sustainable development</em>). Konsep seperti <em data-start="1993" data-end="2009">green pharmacy</em> dan pemanfaatan bahan alam secara rasional menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara inovasi dan kelestarian lingkungan.</p>
<hr data-start="2146" data-end="2149" />
<h4 data-section-id="1wfrsdt" data-start="2151" data-end="2186">Nyepi dalam Konteks Kebangsaan</h4>
<p data-start="2188" data-end="2444">Di tengah keberagaman Indonesia, Nyepi juga merepresentasikan praktik toleransi yang konkret. Masyarakat lintas agama turut menghormati pelaksanaan hari suci ini, menunjukkan bahwa nilai keheningan dapat berjalan berdampingan dengan semangat kebersamaan.</p>
<p data-start="2446" data-end="2588">Hal ini memperkuat posisi Nyepi tidak hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai simbol harmoni sosial dalam kehidupan berbangsa.</p>
<hr data-start="2590" data-end="2593" />
<h4 data-section-id="1918yur" data-start="2595" data-end="2640">Relevansi bagi Pendidikan Tinggi Farmasi</h4>
<p data-start="2642" data-end="2801">Bagi <strong data-start="2647" data-end="2703">Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI)</strong>, Nyepi dapat dimaknai sebagai momentum evaluatif dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi.</p>
<p data-start="2803" data-end="2885">Pendekatan reflektif yang terkandung dalam Nyepi selaras dengan kebutuhan untuk:</p>
<ul data-start="2886" data-end="3102">
<li data-section-id="cmg985" data-start="2886" data-end="2940">Meninjau kembali kualitas pendidikan dan kurikulum</li>
<li data-section-id="swjpiz" data-start="2941" data-end="2991">Memperkuat integritas akademik dan profesional</li>
<li data-section-id="5r2li2" data-start="2992" data-end="3050">Mengarahkan riset pada isu strategis dan berkelanjutan</li>
<li data-section-id="14iidtb" data-start="3051" data-end="3102">Meningkatkan kontribusi nyata kepada masyarakat</li>
</ul>
<p data-start="3104" data-end="3234">Dengan demikian, nilai Nyepi dapat diinternalisasi sebagai bagian dari budaya akademik yang adaptif dan berorientasi masa depan.</p>
<hr data-start="3236" data-end="3239" />
<h4 data-section-id="1beklh6" data-start="3241" data-end="3253">Penutup</h4>
<p data-start="3255" data-end="3426">Hari Raya Nyepi 1948 Saka menjadi pengingat bahwa keheningan bukanlah kekosongan, melainkan ruang untuk membangun kesadaran, keseimbangan, dan arah baru dalam kehidupan.</p>
<p data-start="3428" data-end="3514">Keluarga besar <strong data-start="3443" data-end="3499">Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI)</strong> mengucapkan:</p>
<p data-start="3516" data-end="3555"><strong data-start="3516" data-end="3553">Selamat Hari Raya Nyepi 1948 Saka</strong></p>
<p data-start="3557" data-end="3714">Semoga nilai refleksi dan keseimbangan yang dihadirkan dapat memperkuat kontribusi kita dalam membangun masyarakat yang sehat, harmonis, dan berkelanjutan.</p>
</div></div></div></div></div>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/hari-raya-nyepi-tahun-baru-saka-1948-refleksi-keheningan-dan-keseimbangan-di-era-modern/">Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948: Refleksi Keheningan dan Keseimbangan di Era Modern</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aptfi.or.id/berita/hari-raya-nyepi-tahun-baru-saka-1948-refleksi-keheningan-dan-keseimbangan-di-era-modern/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Idul Fitri 1447 H: Momentum Refleksi, Kolaborasi, dan Penguatan Peran Farmasi untuk Negeri</title>
		<link>https://aptfi.or.id/berita/idul-fitri-1447-h-momentum-refleksi-kolaborasi-dan-penguatan-peran-farmasi-untuk-negeri/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=idul-fitri-1447-h-momentum-refleksi-kolaborasi-dan-penguatan-peran-farmasi-untuk-negeri</link>
					<comments>https://aptfi.or.id/berita/idul-fitri-1447-h-momentum-refleksi-kolaborasi-dan-penguatan-peran-farmasi-untuk-negeri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sekretariat APTFI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2026 14:54:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aptfi.or.id/?p=5224</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah telah tiba, menjadi momentum sakral bagi umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia untuk kembali kepada fitrah setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan. Berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia, Idul Fitri tahun ini ditetapkan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, sementara sebagian umat Islam telah  [...]</p>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/idul-fitri-1447-h-momentum-refleksi-kolaborasi-dan-penguatan-peran-farmasi-untuk-negeri/">Idul Fitri 1447 H: Momentum Refleksi, Kolaborasi, dan Penguatan Peran Farmasi untuk Negeri</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-5 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling" style="--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;" ><div class="fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap" style="max-width:1310.4px;margin-left: calc(-4% / 2 );margin-right: calc(-4% / 2 );"><div class="fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-4 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column" style="--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:1.92%;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:1.92%;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:1.92%;--awb-spacing-left-medium:1.92%;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;"><div class="fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column"><div class="fusion-text fusion-text-5"><p data-start="210" data-end="687">Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah telah tiba, menjadi momentum sakral bagi umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia untuk kembali kepada fitrah setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan. Berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia, Idul Fitri tahun ini ditetapkan jatuh pada <strong data-start="520" data-end="544">Sabtu, 21 Maret 2026</strong>, sementara sebagian umat Islam telah merayakan lebih awal pada 20 Maret 2026 berdasarkan metode hisab.</p>
<p data-start="689" data-end="948">Perbedaan penetapan tersebut merupakan dinamika yang telah lama menjadi bagian dari keberagaman praktik keagamaan di Indonesia. Namun demikian, semangat Idul Fitri tetap menyatukan seluruh elemen bangsa dalam nilai-nilai ukhuwah, toleransi, dan kebersamaan.</p>
<h4>🤝 <strong>Momentum Silaturahmi dan Penguatan Kolaborasi Nasional</strong></h4>
<p data-start="1017" data-end="1247">Idul Fitri bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun komunitas profesional, termasuk di bidang pendidikan tinggi farmasi.</p>
<p data-start="1249" data-end="1518">Bagi <strong data-start="1254" data-end="1310">Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI)</strong>, Idul Fitri menjadi waktu refleksi untuk memperkuat sinergi antar institusi pendidikan farmasi, meningkatkan kolaborasi riset, serta mendorong kontribusi nyata dalam pengembangan sektor kesehatan nasional.</p>
<p data-start="1520" data-end="1623">Dengan semangat <em data-start="1536" data-end="1552">“kembali suci”</em>, APTFI mengajak seluruh perguruan tinggi farmasi di Indonesia untuk:</p>
<ul data-start="1624" data-end="1877">
<li data-section-id="ajjg3z" data-start="1624" data-end="1689">Memperkuat kualitas pendidikan dan kompetensi lulusan farmasi</li>
<li data-section-id="1ijzitd" data-start="1690" data-end="1754">Meningkatkan hilirisasi riset dan inovasi produk kefarmasian</li>
<li data-section-id="1xf1huq" data-start="1755" data-end="1809">Mendorong kolaborasi lintas institusi dan industri</li>
<li data-section-id="widqwx" data-start="1810" data-end="1877">Berkontribusi aktif dalam pembangunan sistem kesehatan nasional</li>
</ul>
<h4 data-section-id="xjfy2e" data-start="1884" data-end="1939">💊 Peran Strategis Farmasi dalam Semangat Idul Fitri</h4>
<p data-start="1941" data-end="2120">Nilai-nilai Idul Fitri seperti keikhlasan, kepedulian, dan pengabdian sangat relevan dengan profesi kefarmasian. Dalam konteks ini, insan farmasi memiliki peran strategis dalam:</p>
<ul data-start="2122" data-end="2383">
<li data-section-id="1x3g5lt" data-start="2122" data-end="2181">Menjamin ketersediaan dan keamanan obat bagi masyarakat</li>
<li data-section-id="cwpbmu" data-start="2182" data-end="2243">Mengembangkan inovasi sediaan farmasi berbasis bahan alam</li>
<li data-section-id="6liu53" data-start="2244" data-end="2312">Meningkatkan pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada pasien</li>
<li data-section-id="1upu6s9" data-start="2313" data-end="2383">Mendukung ketahanan kesehatan nasional melalui riset dan teknologi</li>
</ul>
<p data-start="2385" data-end="2581">Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa pengabdian di bidang farmasi tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pada nilai kemanusiaan dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.</p>
<h4 data-section-id="12pmu6v" data-start="2588" data-end="2622">🌟 Idul Fitri sebagai Awal Baru</h4>
<p data-start="2624" data-end="2848">Hari kemenangan ini menjadi titik awal untuk memperbaharui semangat dalam berkarya, berinovasi, dan berkontribusi. APTFI berharap seluruh civitas akademika farmasi dapat menjadikan Idul Fitri 1447 H sebagai momentum untuk:</p>
<ul data-start="2850" data-end="3021">
<li data-section-id="qsd5nd" data-start="2850" data-end="2897">Meningkatkan integritas dan profesionalisme</li>
<li data-section-id="gfgynp" data-start="2898" data-end="2959">Memperluas jejaring kolaborasi nasional dan internasional</li>
<li data-section-id="ztbv7p" data-start="2960" data-end="3021">Menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat</li>
</ul>
<h4 data-section-id="1i2399u" data-start="3028" data-end="3040">✨ Penutup</h4>
<p data-start="3042" data-end="3128">Keluarga besar <strong data-start="3057" data-end="3113">Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI)</strong> mengucapkan:</p>
<p data-start="3130" data-end="3231"><strong data-start="3130" data-end="3169">Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H</strong><br data-start="3169" data-end="3172" /><em data-start="3172" data-end="3229">Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum</em></p>
<p data-start="3233" data-end="3390">Semoga semangat Idul Fitri membawa keberkahan, memperkuat persatuan, serta menjadi energi baru dalam memajukan pendidikan dan inovasi farmasi di Indonesia.</p>
</div></div></div></div></div>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/idul-fitri-1447-h-momentum-refleksi-kolaborasi-dan-penguatan-peran-farmasi-untuk-negeri/">Idul Fitri 1447 H: Momentum Refleksi, Kolaborasi, dan Penguatan Peran Farmasi untuk Negeri</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aptfi.or.id/berita/idul-fitri-1447-h-momentum-refleksi-kolaborasi-dan-penguatan-peran-farmasi-untuk-negeri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Asosiasi Pendidikan Kesehatan Dorong Kepastian Regulasi Pascaputusan Mahkamah Konstitusi Terkait Tata Kelola Kolegium</title>
		<link>https://aptfi.or.id/berita/asosiasi-pendidikan-kesehatan-dorong-kepastian-regulasi-pascaputusan-mahkamah-konstitusi-terkait-tata-kelola-kolegium/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=asosiasi-pendidikan-kesehatan-dorong-kepastian-regulasi-pascaputusan-mahkamah-konstitusi-terkait-tata-kelola-kolegium</link>
					<comments>https://aptfi.or.id/berita/asosiasi-pendidikan-kesehatan-dorong-kepastian-regulasi-pascaputusan-mahkamah-konstitusi-terkait-tata-kelola-kolegium/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sekretariat APTFI]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 14:17:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aptfi.or.id/?p=5177</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta – Sejumlah asosiasi institusi pendidikan kesehatan di Indonesia mendorong pemerintah untuk segera menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang berkaitan dengan tata kelola kolegium profesi kesehatan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Kepastian regulasi dinilai sangat penting untuk menjaga keberlanjutan sistem pendidikan profesi tenaga kesehatan serta memastikan standar kompetensi tenaga kesehatan tetap  [...]</p>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/asosiasi-pendidikan-kesehatan-dorong-kepastian-regulasi-pascaputusan-mahkamah-konstitusi-terkait-tata-kelola-kolegium/">Asosiasi Pendidikan Kesehatan Dorong Kepastian Regulasi Pascaputusan Mahkamah Konstitusi Terkait Tata Kelola Kolegium</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-6 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling" style="--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;" ><div class="fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap" style="max-width:1310.4px;margin-left: calc(-4% / 2 );margin-right: calc(-4% / 2 );"><div class="fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-5 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column" style="--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:1.92%;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:1.92%;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:1.92%;--awb-spacing-left-medium:1.92%;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;"><div class="fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column"><div class="fusion-text fusion-text-6"><p><strong>Jakarta</strong> – Sejumlah asosiasi institusi pendidikan kesehatan di Indonesia mendorong pemerintah untuk segera menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang berkaitan dengan tata kelola kolegium profesi kesehatan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Kepastian regulasi dinilai sangat penting untuk menjaga keberlanjutan sistem pendidikan profesi tenaga kesehatan serta memastikan standar kompetensi tenaga kesehatan tetap terjaga.</p>
<p>Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor <strong>111/PUU-XXII/2024</strong> dan <strong>182/PUU-XXII/2024</strong> menjadi perhatian berbagai pemangku kepentingan di sektor pendidikan kesehatan. Dalam putusan tersebut, Mahkamah Konstitusi menegaskan pentingnya menjaga independensi kolegium profesi kesehatan sebagai lembaga yang memiliki fungsi strategis dalam pengembangan standar kompetensi dan standar pendidikan profesi tenaga kesehatan.</p>
<p>Kolegium profesi kesehatan memiliki peran penting dalam menjaga mutu pendidikan profesi serta memastikan bahwa standar kompetensi tenaga kesehatan tetap berbasis pada prinsip keilmuan, profesionalitas, dan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan. Oleh karena itu, implementasi putusan Mahkamah Konstitusi tersebut dipandang sebagai langkah penting dalam memperkuat tata kelola pendidikan profesi kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Dalam berbagai pemberitaan media nasional pada Februari 2026, sejumlah asosiasi institusi pendidikan kesehatan menyampaikan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi perlu segera ditindaklanjuti melalui kebijakan turunan yang jelas agar tidak menimbulkan ketidakpastian dalam sistem pendidikan tenaga kesehatan.</p>
<p>Kepastian regulasi dinilai sangat penting untuk memastikan bahwa proses pendidikan profesi tenaga kesehatan yang saat ini diselenggarakan oleh berbagai perguruan tinggi dapat terus berjalan secara optimal tanpa mengalami gangguan kebijakan.</p>
<p><strong>Pentingnya Kepastian Hukum bagi Pendidikan Profesi Kesehatan</strong></p>
<p>Sistem pendidikan profesi kesehatan di Indonesia melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, organisasi profesi, kolegium, hingga institusi pendidikan tinggi. Sinergi antar lembaga tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pendidikan serta memastikan tenaga kesehatan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Dalam konteks tersebut, berbagai asosiasi pendidikan kesehatan menilai bahwa kepastian hukum pascaputusan Mahkamah Konstitusi sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem pendidikan profesi kesehatan.</p>
<p>Tanpa adanya kejelasan regulasi turunan, dikhawatirkan akan terjadi ketidakpastian dalam tata kelola pendidikan profesi, termasuk dalam hal pengembangan kurikulum, penetapan standar kompetensi, serta mekanisme penjaminan mutu pendidikan tenaga kesehatan.</p>
<p>Selain itu, beberapa asosiasi pendidikan kesehatan juga mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan adanya <strong>masa transisi dalam implementasi putusan Mahkamah Konstitusi</strong>. Masa peralihan tersebut dinilai penting agar berbagai pihak memiliki waktu yang cukup untuk menyesuaikan tata kelola kelembagaan serta sistem penjaminan mutu pendidikan yang telah berjalan.</p>
<p>Dengan adanya masa transisi yang terencana, diharapkan proses penyesuaian kebijakan dapat berjalan secara lebih baik tanpa mengganggu proses pendidikan yang sedang berlangsung di berbagai institusi pendidikan kesehatan.</p>
<p><strong>Keterlibatan Berbagai Asosiasi Pendidikan Kesehatan</strong></p>
<p>Isu implementasi putusan Mahkamah Konstitusi ini mendapat perhatian dari berbagai asosiasi institusi pendidikan kesehatan di Indonesia. Beberapa asosiasi yang turut menyampaikan pandangan terkait isu tersebut antara lain:</p>
<ul>
<li><strong>AIPKI (Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia)</strong></li>
<li><strong>AIPKINDO (Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Gigi Indonesia)</strong></li>
<li><strong>AIPNI (Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia)</strong></li>
<li><strong>AIPVIKI (Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia)</strong></li>
<li><strong>APTFI (Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia)</strong></li>
</ul>
<p>Asosiasi-asosiasi tersebut secara umum menyampaikan pandangan bahwa implementasi putusan Mahkamah Konstitusi perlu dilakukan secara hati-hati dan terkoordinasi agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap sistem pendidikan tenaga kesehatan yang telah berjalan selama ini.</p>
<p>Koordinasi antara pemerintah, organisasi profesi, kolegium, serta institusi pendidikan tinggi dinilai sangat penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan dapat memperkuat sistem pendidikan kesehatan nasional.</p>
<p><strong>Perspektif APTFI dalam Penguatan Pendidikan Kefarmasian</strong></p>
<p>Sebagai organisasi yang mewadahi pendidikan tinggi farmasi di Indonesia, <strong>APTFI (Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia)</strong> memandang bahwa kepastian regulasi pascaputusan Mahkamah Konstitusi memiliki peran penting dalam menjaga kualitas pendidikan tenaga kefarmasian di Indonesia.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://aptfi.or.id/berita/aptfi-iai-pelayanan-kesehatan-trauma-healing-aceh-tamiang-2026/">APTFI–IAI Laksanakan Pelayanan Kesehatan, Trauma Healing, dan Penyaluran Bantuan bagi Korban Banjir Aceh Tamiang</a></strong></p>
<p>Pendidikan tinggi farmasi memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan tenaga kefarmasian yang kompeten dan profesional yang mampu berkontribusi dalam sistem pelayanan kesehatan nasional. Oleh karena itu, tata kelola pendidikan kefarmasian harus tetap didukung oleh kebijakan yang jelas dan stabil.</p>
<p>APTFI menilai bahwa penguatan tata kelola pendidikan profesi kesehatan harus tetap menjunjung tinggi prinsip <strong>independensi akademik, pengembangan ilmu pengetahuan, serta standar kompetensi profesi yang berbasis pada praktik terbaik di bidang kesehatan</strong>.</p>
<p>Selain itu, APTFI juga memandang bahwa koordinasi antara pemerintah, organisasi profesi, kolegium, serta institusi pendidikan tinggi perlu terus diperkuat guna memastikan sistem pendidikan tenaga kesehatan di Indonesia dapat terus berkembang dan mampu menjawab tantangan di masa depan.</p>
<p><strong>Momentum Penguatan Sistem Pendidikan Kesehatan Nasional</strong></p>
<p>Putusan Mahkamah Konstitusi tersebut juga dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat tata kelola pendidikan profesi kesehatan di Indonesia secara lebih transparan, akuntabel, dan berbasis pada prinsip keilmuan.</p>
<p>Dalam jangka panjang, penguatan tata kelola pendidikan profesi kesehatan diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas tenaga kesehatan yang dihasilkan oleh institusi pendidikan tinggi di Indonesia.</p>
<p>Tenaga kesehatan yang kompeten dan profesional merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Oleh karena itu, penguatan sistem pendidikan tenaga kesehatan harus menjadi perhatian bersama bagi seluruh pemangku kepentingan.</p>
<p>Dengan adanya kepastian regulasi serta koordinasi yang baik antar lembaga, diharapkan sistem pendidikan tenaga kesehatan di Indonesia dapat terus berkembang dan mampu menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, serta siap berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan nasional.</p>
</div></div></div></div></div>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/asosiasi-pendidikan-kesehatan-dorong-kepastian-regulasi-pascaputusan-mahkamah-konstitusi-terkait-tata-kelola-kolegium/">Asosiasi Pendidikan Kesehatan Dorong Kepastian Regulasi Pascaputusan Mahkamah Konstitusi Terkait Tata Kelola Kolegium</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aptfi.or.id/berita/asosiasi-pendidikan-kesehatan-dorong-kepastian-regulasi-pascaputusan-mahkamah-konstitusi-terkait-tata-kelola-kolegium/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>APTFI–IAI Laksanakan Pelayanan Kesehatan, Trauma Healing, dan Penyaluran Bantuan bagi Korban Banjir Aceh Tamiang</title>
		<link>https://aptfi.or.id/berita/aptfi-iai-pelayanan-kesehatan-trauma-healing-aceh-tamiang-2026/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=aptfi-iai-pelayanan-kesehatan-trauma-healing-aceh-tamiang-2026</link>
					<comments>https://aptfi.or.id/berita/aptfi-iai-pelayanan-kesehatan-trauma-healing-aceh-tamiang-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sekretariat APTFI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 17:20:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aptfi.or.id/?p=5165</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aceh Tamiang, Februari 2026 – Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) bersama Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) melalui program Apoteker Tanggap Bencana (ATB) melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan, trauma healing, serta penyaluran bantuan logistik bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada 14–15 Februari 2026, di empat desa di  [...]</p>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/aptfi-iai-pelayanan-kesehatan-trauma-healing-aceh-tamiang-2026/">APTFI–IAI Laksanakan Pelayanan Kesehatan, Trauma Healing, dan Penyaluran Bantuan bagi Korban Banjir Aceh Tamiang</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-7 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling" style="--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;" ><div class="fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap" style="max-width:1310.4px;margin-left: calc(-4% / 2 );margin-right: calc(-4% / 2 );"><div class="fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-6 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column" style="--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:1.92%;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:1.92%;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:1.92%;--awb-spacing-left-medium:1.92%;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;"><div class="fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column"><div class="fusion-text fusion-text-7"><p data-start="232" data-end="590"><strong data-start="232" data-end="263">Aceh Tamiang, Februari 2026</strong> – <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia</span></span> (APTFI) bersama <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Ikatan Apoteker Indonesia</span></span> (IAI) melalui program <em data-start="380" data-end="412">Apoteker Tanggap Bencana (ATB)</em> melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan, trauma healing, serta penyaluran bantuan logistik bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Aceh Tamiang</span></span>.</p>
<p data-start="592" data-end="926">Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada 14–15 Februari 2026, di empat desa di Kecamatan Karang Baru, yaitu Desa Suka Jadi, Desa Dalam, Desa Kota Lintang, dan Desa Benua Raja. Sekitar 700 warga menerima layanan pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi dan pemberian obat, pendampingan psikososial, serta bantuan kebutuhan dasar.</p>
<hr data-start="928" data-end="931" />
<h4 data-start="933" data-end="982">Kolaborasi Lintas Profesi dan Perguruan Tinggi</h4>
<p data-start="984" data-end="1244">Kegiatan kemanusiaan ini melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) dari berbagai perguruan tinggi, antara lain <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Universitas Syiah Kuala</span></span>, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Universitas Muhammadiyah Purworejo</span></span>, dan <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Universitas Negeri Gorontalo</span></span>.</p>
<p data-start="1246" data-end="1474">Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Ikatan Dokter Indonesia</span></span> (IDI) Bireuen, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Bulan Sabit Merah Indonesia</span></span> (BSMI) Provinsi Aceh, serta alumni kedokteran <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Universitas Malikussaleh</span></span>.</p>
<p data-start="1476" data-end="1721">Sinergi lintas institusi dan profesi ini mencerminkan pendekatan kolaboratif dalam respons kebencanaan, di mana tenaga kesehatan, akademisi, dan relawan bekerja bersama untuk memastikan layanan kesehatan tetap tersedia bagi masyarakat terdampak.</p>
<hr data-start="1723" data-end="1726" />
<h4 data-start="1728" data-end="1773">Layanan Kesehatan dan Dukungan Psikososial</h4>
<p data-start="1775" data-end="1899">Dalam kegiatan pelayanan kesehatan, tim medis dan relawan menangani berbagai keluhan yang umum terjadi pascabanjir, seperti:</p>
<ul data-start="1901" data-end="2072">
<li data-start="1901" data-end="1943">
<p data-start="1903" data-end="1943">Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)</p>
</li>
<li data-start="1944" data-end="1985">
<p data-start="1946" data-end="1985">Gangguan kulit (gatal dan dermatitis)</p>
</li>
<li data-start="1986" data-end="2005">
<p data-start="1988" data-end="2005">Diare dan demam</p>
</li>
<li data-start="2006" data-end="2047">
<p data-start="2008" data-end="2047">Hipertensi akibat kelelahan dan stres</p>
</li>
<li data-start="2048" data-end="2072">
<p data-start="2050" data-end="2072">Nyeri otot dan sendi</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2074" data-end="2359">Selain pelayanan medis, anak-anak terdampak banjir juga mengikuti sesi trauma healing yang bertujuan membantu pemulihan kondisi psikologis mereka. Pendekatan ini penting mengingat dampak bencana tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental dan sosial masyarakat.</p>
<p data-start="2074" data-end="2359"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-5169" src="https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/aceh-1-1024x682.jpeg" alt="" width="1024" height="682" srcset="https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/aceh-1-200x133.jpeg 200w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/aceh-1-300x200.jpeg 300w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/aceh-1-400x267.jpeg 400w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/aceh-1-600x400.jpeg 600w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/aceh-1-768x512.jpeg 768w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/aceh-1-800x533.jpeg 800w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/aceh-1-1024x682.jpeg 1024w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/aceh-1-1200x800.jpeg 1200w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/aceh-1.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<hr data-start="2361" data-end="2364" />
<h4 data-start="2366" data-end="2396">Penyaluran Bantuan Logistik</h4>
<p data-start="2398" data-end="2487">Sebagai bagian dari upaya pemulihan, APTFI–IAI turut menyalurkan bantuan logistik berupa:</p>
<ul data-start="2489" data-end="2611">
<li data-start="2489" data-end="2506">
<p data-start="2491" data-end="2506">Paket sembako</p>
</li>
<li data-start="2507" data-end="2549">
<p data-start="2509" data-end="2549">Alat penyaring air bersih (filter air)</p>
</li>
<li data-start="2550" data-end="2573">
<p data-start="2552" data-end="2573">Kompor gas portabel</p>
</li>
<li data-start="2574" data-end="2611">
<p data-start="2576" data-end="2611">Peralatan belajar untuk anak-anak</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2613" data-end="2788">Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas pendidikan anak-anak yang sempat terganggu akibat banjir.</p>
<hr data-start="2790" data-end="2793" />
<h4 data-start="2795" data-end="2820">Tantangan Pascabencana</h4>
<p data-start="2822" data-end="3172">Meskipun banjir telah berlalu lebih dari dua bulan, kondisi di sejumlah wilayah terdampak belum sepenuhnya pulih. Sebagian masyarakat masih menghadapi sisa endapan lumpur dan debu, keterbatasan akses air bersih, kerusakan sarana sanitasi, serta infrastruktur jalan yang belum optimal. Aktivitas ekonomi masyarakat pun belum kembali normal sepenuhnya.</p>
<p data-start="3174" data-end="3356">Kehadiran APTFI dan IAI melalui program ATB menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan pemulihan kesehatan masyarakat secara komprehensif—baik dari sisi fisik maupun psikososial.</p>
<p data-start="3174" data-end="3356"><img decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-5172" src="https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/tamiang-1024x683.jpeg" alt="" width="1024" height="683" srcset="https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/tamiang-200x133.jpeg 200w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/tamiang-300x200.jpeg 300w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/tamiang-400x267.jpeg 400w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/tamiang-600x400.jpeg 600w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/tamiang-768x512.jpeg 768w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/tamiang-800x533.jpeg 800w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/tamiang-1024x683.jpeg 1024w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/tamiang-1200x800.jpeg 1200w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2026/02/tamiang-1536x1024.jpeg 1536w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<hr data-start="3358" data-end="3361" />
<h4 data-start="3363" data-end="3394">Komitmen Berkelanjutan APTFI</h4>
<p data-start="3396" data-end="3647">Sebagai organisasi yang menaungi institusi pendidikan tinggi farmasi di Indonesia, APTFI berkomitmen untuk terus mendorong keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, termasuk dalam situasi tanggap darurat bencana.</p>
<p data-start="3649" data-end="3895">Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan peran tenaga kefarmasian dalam sistem kesehatan nasional yang tangguh dan responsif terhadap situasi krisis.</p>
<p data-start="3897" data-end="4078">APTFI berharap langkah kolaboratif ini dapat membantu meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang serta berkontribusi dalam pemulihan kesehatan fisik, mental, dan sosial pascabencana.</p>
</div></div></div></div></div>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/aptfi-iai-pelayanan-kesehatan-trauma-healing-aceh-tamiang-2026/">APTFI–IAI Laksanakan Pelayanan Kesehatan, Trauma Healing, dan Penyaluran Bantuan bagi Korban Banjir Aceh Tamiang</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aptfi.or.id/berita/aptfi-iai-pelayanan-kesehatan-trauma-healing-aceh-tamiang-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Preseptor untuk Wahana Praktik Kerja Profesi Apoteker</title>
		<link>https://aptfi.or.id/berita/pelatihan-preseptor-untuk-wahana-praktik-kerja-profesi-apoteker/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pelatihan-preseptor-untuk-wahana-praktik-kerja-profesi-apoteker</link>
					<comments>https://aptfi.or.id/berita/pelatihan-preseptor-untuk-wahana-praktik-kerja-profesi-apoteker/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sekretariat APTFI]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jun 2024 02:44:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aptfi.or.id/?p=5112</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semarang, 9 Juni 2024 – Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) Forwil III bersama Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) sukses menggelar pelatihan preseptor untuk apoteker yang diadakan secara hybrid di Hotel Novotel, Semarang pada tanggal 8-9 Juni 2024. Pelatihan ini dihadiri oleh 110 peserta yang terdiri dari apoteker praktisi di wahana apotek, RS, industry  [...]</p>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/pelatihan-preseptor-untuk-wahana-praktik-kerja-profesi-apoteker/">Pelatihan Preseptor untuk Wahana Praktik Kerja Profesi Apoteker</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-8 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling" style="--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;" ><div class="fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap" style="max-width:1310.4px;margin-left: calc(-4% / 2 );margin-right: calc(-4% / 2 );"><div class="fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-7 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column" style="--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:1.92%;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:1.92%;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:1.92%;--awb-spacing-left-medium:1.92%;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;"><div class="fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column"><div class="fusion-text fusion-text-8"><p><em>Semarang, 9 Juni 2024</em> – Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) Forwil III bersama Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) sukses menggelar pelatihan preseptor untuk apoteker yang diadakan secara hybrid di Hotel Novotel, Semarang pada tanggal 8-9 Juni 2024. Pelatihan ini dihadiri oleh 110 peserta yang terdiri dari apoteker praktisi di wahana apotek, RS, industry farmasi, puskesmas, PBF dan wahana lain dari forum wilayah III APTFI.</p>
<p>Pelatihan preseptor ini menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan profesi apoteker di Indonesia. Preseptor memegang peran vital sebagai pembimbing dan fasilitator dalam praktik lapangan mahasiswa, yang bertujuan untuk menjembatani teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan realitas di lapangan. Dalam rangka itu, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi preseptor agar lebih efektif dalam mendidik dan membimbing mahasiswa profesi apoteker.</p>
<p><strong>Pembicara dan Materi</strong></p>
<p>Pelatihan ini menghadirkan sejumlah pembicara ahli di bidang pendidikan dan praktik kefarmasian, yang masing-masing membawakan topik yang sangat relevan dengan peran preseptor. Berikut adalah daftar pembicara beserta materi yang mereka sampaikan:</p>
<ol>
<li><strong>Prof. Dr. apt. Agung Endro Nugroho, S.Si., M.Si.</strong> membawakan materi &#8220;Pedagogi dalam Pendidikan Profesi Apoteker dan Studi Kasus&#8221;. Dalam sesi ini, Prof. Agung menekankan pentingnya pendekatan pedagogi yang efektif dalam mendidik mahasiswa profesi apoteker agar mampu menghadapi tantangan di dunia praktik. Beliau juga membahas berbagai studi kasus yang menggambarkan situasi nyata yang mungkin dihadapi oleh preseptor dalam bimbingan mahasiswa.</li>
<li><strong>Prof. Dr. apt. Arnida, M.Si</strong> dengan materi &#8220;Peran Preseptor sebagai Fasilitator dan Evaluator&#8221;. Dalam presentasinya, Prof. Arnida menjelaskan bagaimana seorang preseptor dapat berfungsi sebagai fasilitator yang baik dalam proses belajar mengajar, serta bagaimana melakukan evaluasi yang objektif dan konstruktif terhadap kinerja mahasiswa.</li>
<li><strong>Dr. apt. Woro Supadmi, M.Sc</strong> memberikan materi tentang &#8220;Interprofesional Education dan Interprofesional Collaboration&#8221;. Dr. Woro menyoroti pentingnya kolaborasi antar-profesi kesehatan dalam memberikan pelayanan yang komprehensif kepada pasien. Beliau menekankan bahwa pendidikan interprofesional adalah kunci untuk membangun tim kesehatan yang solid dan efektif.</li>
<li><strong>Prof. Dr. apt. Umi Athiyah, M.S.</strong> membawakan materi &#8220;Komunikasi Interpersonal dan Manajemen Konflik&#8221;. Prof. Umi menekankan keterampilan komunikasi yang efektif dan strategi manajemen konflik yang penting dalam lingkungan kerja yang dinamis. Beliau juga memberikan berbagai teknik komunikasi yang dapat membantu preseptor dalam berinteraksi dengan mahasiswa, kolega, dan pasien.</li>
</ol>
<ol start="5">
<li><strong> apt. Iis Wahyuningsih, M.Si</strong> dengan materi &#8220;Peran Preseptor sebagai Role Model dan Edukator&#8221;. Dr. Iis membahas bagaimana seorang preseptor harus menjadi teladan yang baik dan pendidik yang inspiratif bagi mahasiswa. Beliau menekankan pentingnya sikap profesional dan etika dalam praktik sehari-hari sebagai contoh bagi mahasiswa.</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>apt. Mariska Sri Harlianti, M.Sc</strong> dengan materi &#8220;Peran Preseptor sebagai Role Model dan Edukator&#8221;. Apt. Mariska membahas bagaimana seorang preseptor harus menjadi teladan yang baik dan pendidik yang inspiratif bagi mahasiswa. Beliau menekankan pentingnya sikap profesional dan etika dalam praktik sehari-hari sebagai contoh bagi mahasiswa.</li>
<li><strong>Apt. Yana Sagitasari, S.Farm dan Apt. Kristanto, S.Farm., M.M., CSCM</strong> mengadakan sesi berbagi pengalaman (sharing session) mengenai praktik terbaik dalam bimbingan mahasiswa profesi apoteker. Mereka membagikan berbagai pengalaman mereka dalam menghadapi tantangan di lapangan dan strategi untuk mengatasinya.</li>
</ol>
<p><strong>Tujuan dan Harapan Pelatihan</strong></p>
<p>Ketua panitia pelatihan, Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi preseptor dalam membimbing mahasiswa profesi apoteker di wahana praktik. &#8220;Kami berharap melalui pelatihan ini, para preseptor dapat memberikan bimbingan yang lebih efektif dan berkualitas sehingga menghasilkan apoteker yang kompeten dan siap menghadapi dunia kerja,&#8221; ujar Dr. Iis. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dan wahana praktik. &#8220;Dengan adanya pelatihan seperti ini, kami berharap dapat membangun jaringan yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan tempat praktik, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan profesi apoteker secara keseluruhan,&#8221; tambahnya.</p>
<blockquote>
<p><em><strong>Baca Juga:</strong> </em><a href="https://aptfi.or.id/berita/webinar-penyusunan-proposal-penelitian-dan-pengabdian-masyarakat/" target="_blank" rel="noopener"><em>Webinar Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat</em></a></p>
</blockquote>
<p><strong>Kesan Peserta</strong></p>
<p>Para peserta pelatihan memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan ini. Salah satu peserta, apt. Kharisma Dwi Puspita, S.Farm., menyatakan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dan bermanfaat. &#8220;Saya merasa sangat terbantu dengan pelatihan ini, terutama dalam memahami peran dan tanggung jawab sebagai preseptor. Materi yang disampaikan sangat aplikatif dan dapat langsung diterapkan di lapangan,&#8221; ungkap Rina.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5114" src="https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2024/06/Pelatihan-Presptor-2.png" alt="" width="980" height="551" srcset="https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2024/06/Pelatihan-Presptor-2-200x112.png 200w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2024/06/Pelatihan-Presptor-2-300x169.png 300w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2024/06/Pelatihan-Presptor-2-400x225.png 400w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2024/06/Pelatihan-Presptor-2-600x337.png 600w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2024/06/Pelatihan-Presptor-2-768x432.png 768w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2024/06/Pelatihan-Presptor-2-800x450.png 800w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2024/06/Pelatihan-Presptor-2.png 980w" sizes="(max-width: 980px) 100vw, 980px" /></p>
<p>Peserta lain, apt. Sri Sulistyorini., S.Kom., S.Farm, juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara ini. &#8220;Pelatihan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana menjadi preseptor yang efektif. Selain itu, kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan rekan-rekan sesama preseptor sangat berharga,&#8221; kata Sri.</p>
<p><strong>Tantangan dan Solusi</strong></p>
<p>Meskipun pelatihan ini berjalan lancar, ada beberapa tantangan yang dihadapi, terutama terkait dengan pelaksanaan secara hybrid. Beberapa peserta mengeluhkan masalah teknis seperti koneksi internet yang tidak stabil dan kualitas audio-video yang kurang memadai. Namun, panitia pelaksana cepat tanggap dalam mengatasi masalah tersebut dan memastikan bahwa seluruh peserta, baik yang hadir secara langsung maupun daring, dapat mengikuti pelatihan dengan baik.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5115" src="https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2024/06/Pelatihan-Presptor-3.png.jpg" alt="" width="864" height="649" srcset="https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2024/06/Pelatihan-Presptor-3.png-200x150.jpg 200w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2024/06/Pelatihan-Presptor-3.png-300x225.jpg 300w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2024/06/Pelatihan-Presptor-3.png-400x300.jpg 400w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2024/06/Pelatihan-Presptor-3.png-600x451.jpg 600w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2024/06/Pelatihan-Presptor-3.png-768x577.jpg 768w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2024/06/Pelatihan-Presptor-3.png-800x601.jpg 800w, https://aptfi.or.id/wp-content/uploads/2024/06/Pelatihan-Presptor-3.png.jpg 864w" sizes="(max-width: 864px) 100vw, 864px" /></p>
<p>Prof. Dr. apt. Agung Endro Nugroho, salah satu pembicara, menyatakan bahwa tantangan teknis adalah hal yang wajar dalam pelaksanaan acara hybrid. &#8220;Kami menyadari bahwa ada beberapa kendala teknis, namun kami berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi peserta. Kami juga menerima masukan dari peserta untuk perbaikan di masa mendatang,&#8221; ujar Prof. Agung.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Pelatihan preseptor untuk apoteker yang diadakan oleh APTFI dan UNISSULA ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan profesi apoteker di Indonesia. Dengan menghadirkan pembicara-pembicara ahli dan materi yang komprehensif, pelatihan ini berhasil memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi para preseptor.</p>
<p>Diharapkan, pelatihan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa pendidikan profesi apoteker di Indonesia terus berkembang dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja. Dengan dukungan dari berbagai pihak, baik dari institusi pendidikan, wahana praktik, maupun organisasi profesi, masa depan pendidikan profesi apoteker di Indonesia akan semakin cerah.</p>
</div></div></div></div></div>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/pelatihan-preseptor-untuk-wahana-praktik-kerja-profesi-apoteker/">Pelatihan Preseptor untuk Wahana Praktik Kerja Profesi Apoteker</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aptfi.or.id/berita/pelatihan-preseptor-untuk-wahana-praktik-kerja-profesi-apoteker/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MoU with Indonesian Universities to promote academic exchange and cooperation</title>
		<link>https://aptfi.or.id/berita/mou-with-indonesian-universities-to-promote-academic-exchange-and-cooperation/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mou-with-indonesian-universities-to-promote-academic-exchange-and-cooperation</link>
					<comments>https://aptfi.or.id/berita/mou-with-indonesian-universities-to-promote-academic-exchange-and-cooperation/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sekretariat APTFI]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2024 01:37:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aptfi.or.id/?p=5102</guid>

					<description><![CDATA[<p>On March 5, 2024, from 02.00 p.m. to 05.00 p.m., the executives the Faculty of Pharmacy, Mahidol University (MUPY) led by Assoc. Prof. Surakit Nathisuwan, the Dean, along with Assoc. Prof. Dr. Usa Chaikledkaew, the Deputy Dean for International and Public Relations, Assoc. Prof. Dr. Luerat Anuratpanich, the Deputy Dean for Student Affairs, Assist. Prof. Dr. Pattamapan Lomarat,  [...]</p>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/mou-with-indonesian-universities-to-promote-academic-exchange-and-cooperation/">MoU with Indonesian Universities to promote academic exchange and cooperation</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-9 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling" style="--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;" ><div class="fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap" style="max-width:1310.4px;margin-left: calc(-4% / 2 );margin-right: calc(-4% / 2 );"><div class="fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-8 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column" style="--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:1.92%;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:1.92%;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:1.92%;--awb-spacing-left-medium:1.92%;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;"><div class="fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column"><div class="fusion-text fusion-text-9"><p style="text-align: justify;">On March 5, 2024, from 02.00 p.m. to 05.00 p.m., the executives the Faculty of Pharmacy, Mahidol University (MUPY) led by <strong>Assoc. Prof. Surakit Nathisuwan</strong>, the Dean, along with <strong>Assoc. Prof. Dr. Usa Chaikledkaew</strong>, the Deputy Dean for International and Public Relations, <strong>Assoc. Prof. Dr. Luerat Anuratpanich</strong>, the Deputy Dean for Student Affairs, <strong>Assist. Prof. Dr. Pattamapan Lomarat</strong>, the Deputy Dean for Planning and Quality Development, and <strong>Assist. Prof. Dr. Sitaporn Youngkong</strong>, the Program Director of the Social, Economic and Administrative Pharmacy Program, provided a warm welcome to Indonesian delegation led by Prof. Dr. Daryono Hadi Tjahjono, the President of the Asian Association of Schools of Pharmacy (AASP), along with Prof. Dr. Yandi Syukri, the President of the Association of Indonesian Pharmacy Higher Education (AIPHE) and the Deans or Executives of 42 Indonesian universities under AIPHE.</p>
<p style="text-align: justify;">They visited MUPY to attend the Memorandum of Understanding (MoU) signing ceremony between the Faculty of Pharmacy, Mahidol University and the Faculties/Schools/Departments of Pharmacy of Indonesian Universities, Indonesia. After the meeting, the visitors had a chance to visit MUPY’s service centers and research facilities including the Centre of Biopharmaceutical Science for Healthy Ageing (BSHA), the Centre of Molecular Targeting and Integrated Drug Development (CMT-IDD), and MUPY&#8217;s Dermocosmetic Testing Center.</p>
<p style="text-align: justify;">The MoU on Academic Collaboration mentioned above had a duration in 5 years from March 5, 2024 to March 4, 2029. It was determined to promote academic exchange and cooperation in pharmaceutical education, pharmaceutical sciences, educational exchange, scientific research, and technology transfer on the basis of equality and reciprocity, and to promote relations and mutual understanding between the institutes. This collaboration consisted of (1) exchanging of faculty members, researchers and students at all levels, (2) producing collaborative research and academic publication, and (3) organizing seminars and international academic conferences, etc. Furthermore, this collaboration supported the Sustainable Development Goals&#8217; 4th: Reduce inequality within and among countries, and Goal 17th: Partnership for the Goals to strengthen the means of implementation and revitalize the global partnership for sustainable development.</p>
</div></div></div></div></div>
<p>The post <a href="https://aptfi.or.id/berita/mou-with-indonesian-universities-to-promote-academic-exchange-and-cooperation/">MoU with Indonesian Universities to promote academic exchange and cooperation</a> appeared first on <a href="https://aptfi.or.id">APTFI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aptfi.or.id/berita/mou-with-indonesian-universities-to-promote-academic-exchange-and-cooperation/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 14/211 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 4/95 queries in 0.089 seconds using Redis

Served from: aptfi.or.id @ 2026-11-07 19:30:38 by W3 Total Cache
-->