
Batam, 28 September 2023– Sebanyak 104 perguruan tinggi farmasi dari seluruh Indonesia berkumpul di Batam tanah melayu pada tanggal 27-28 September 2023 untuk mengikuti Rapat Anggota Tahunan dan Sosialisasi Program Kerja yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Institut Kesehatan Mitra Bunda menjadi tuan rumah prestisius untuk acara ini.
Acara dibuka dengan hangat oleh Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, M. Si, Ketua APTFI, dalam seremoni pembukaan Rapat Kerja Anggota Tahunan. Di hadapan peserta yang antusias, Prof. Yandi Syukri menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi wahana untuk memperkuat kolaborasi dan memajukan bidang farmasi di Indonesia.
Salah satu highlight dalam acara ini adalah pemaparan materi mengenai farmakoinformatika oleh apt. Stefanus Nofa, S.Si. Materi ini diharapkan dapat membuka wawasan dan menggali potensi farmakoinformatika untuk mendukung perkembangan farmasi di tanah air.
Seiring dengan perkembangan dunia farmasi, Prof. apt. Daryono Hadi Tjahjono memberikan pemaparan mengenai pelaksanaan uji kompetensi apoteker dari UKAI menuju UKMPPAI. Dalam pengembangannya, Prof. DR. apt. Junaidi Khotib mengulas kebijakan penyelenggaraan UKMPPAI pasca integrasi dengan Komite Nasional Uji Kompetensi. Peserta dengan seksama mendengarkan agar dapat memahami dan mengimplementasikan perubahan tersebut.
Ketua APTFI kembali tampil dalam sesi selanjutnya dengan judul “Kebijakan Percepatan Pembukaan Program Studi Profesi Apoteker”. Prof. Yandi Syukri memaparkan langkah-langkah strategis yang diambil untuk mendukung percepatan pembukaan program studi tersebut.
Sesi terakhir acara diisi dengan pemaparan program kerja APTFI bidang akademik oleh Prof. Dr. rer. nat. apt. Marianti A. Manggau, sementara bidang non-akademik dan riset serta kerjasama dibahas oleh apt. Didik Setiawan, M. Sc., Ph. D. Kedua pemateri memberikan gambaran komprehensif mengenai upaya APTFI dalam memajukan pendidikan tinggi farmasi di Indonesia.
Acara ditutup dengan suasana penuh semangat dan antusias, di mana peserta meninggalkan Batam dengan pengetahuan baru, rencana strategis, dan tekad yang diperbarui untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi farmasi di Indonesia.
PENULIS : SUCI FITRIANI SAMMULIA
