Kurikulum Silabus & RPKPS

Kurikulum Nasional Program Pendidikan Sarjana Farmasi

Posted on 03 March 2009 by Admin Web

1.
Kelompok MPK (Matakuliah Pengembangan Kepribadian)
No
Mata Kuliah
SKS
1.
Pendidikan Kewarganegaraan
2
2.
Pendidikan Agama
2
3.
Bahasa
2
2.
Kelompok MKK (Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan)
No
Mata Kuliah
SKS
4.
Ilmu-Ilmu Dasar untuk Farmasi (Matematika, fisika, kimia)
4
5.
Biologi Sel
2
6.
Kimia Organik
4(1)
7.
Kimia Analisis
3(1)
8.
Botani Farmasi
3(1)
9.
Anatomi & Fisiologi Manusia
3(1)
10.
Biokimia
3(1)
11.
Mikrobiologi & Virologi
3(1)
12.
Imunologi
2
13.
Patologi
2
3.
Kelompok MKB (Matakuliah Keahlian Berkarya)
No
Mata Kuliah
SKS
14.
Farmasi Fisika
3(1)
15.
Farmasetika Dasar
3(1)
16.
Teknologi Sediaan Farmasi
5(1)
17.
Analisis Farmasi
3(1)
18.
Kimia Medisinal
2
19.
Farmakognosi – Fitokimia
5(1)
20.
Farmakologi-Toksikologi
5(1)
21.
Biofarmasetika-Farmakokinetika
4(1)
22.
Farmakoterapi
2
23.
Tugas Akhir Penelitian
6
4.
Kelompok MPB (Matakuliah Perilaku Berkarya)
No
Mata Kuliah
SKS
24.
Undang Undang & Etika Kesehatan
2
25.
Kewirausahaan
2
T o t a l
77

Comments (1)

Silabus Kurikulum Nasional Program Pendidikan Sarjana Farmasi

Posted on 03 March 2009 by Admin Web

1. Pendidikan Kewarganegaraan [2]
Pendahuluan, filsafat pancasila (pancasila sebagai sistem filsafat dan sebagai ideologi bangsa dan negara, identitas nasional, politik dan strategi, demokrasi Indonesia, hak azasi manusia dan rule of law, hak dan kewajiban warganegara, geopolitik dan geostrategi Indonesia.
Pustaka :

a. Kaelan, 2003, Pendidikan Pancasila, Paradigma, Yogyakarta
b. Lemhanas, 1980, Kewiraan untuk Mahasiswa, Gramedia, Jakarta
c. Lemhanas, 1992, Pendidikan Kewarganegaraan, Gramedia, Jakarta
d. Poespowardoyo, S, 1989, Filsafat Pancasila, Gramedia, Jakarta
e. Sunardi, R.M., 1997, Teori Ketahanan Nasional, Penerbit Hastanas, Jakarta

2. Pendidikan Agama [2]
Pendahuluan; Tuhan YME dan ketuhanan, manusia (kakekat, martabat dan tanggung jawab); hukum (untuk menumbuhkan kesadaran supaya taat hukum Tuhan dan fungsi profetik agama); moral; ilmu pengetahuan teknologi dan seni (iman, ipteks dan amal sebagai kesatuan,kewajiban menuntut dan mengamalkan ilmu, tanggung jawab ilmuwan dan seniman); pembinaan pribadi ummat beragama sebagai anggota keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara; masyarakat (beradab dan sejahtera dan peran masya-rakat, HAM dan demokrasi); budaya (akademik, etos kerja, sikap terbuka dan adil); serta politik (kontribusi agama dalam kehidupan berpolitik dan peranan agama dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa).
Pustaka:

Diserahkan kepada masing-masing agama

3. Bahasa [2]

a. Bahasa Indonesia
Pendahuluan: membicarakan pokok bahasan masalah analisis teks tentang pola kalimat, hubungan antara kalimat, frase, bentuk tulisan, narasi, deskripsi, ekspresi, argumentasi, asas-asas penyusunan gagasan dalam karangan, gaya bahasa dan latihan transformasi ke bahasa ilmiah, dan latihan mengarang dalam bahasa ilmiah

b. Bahasa Inggris
Pendahuluan; membicarakan pokok bahasan tentang reading, translating, vocabulary and structure untuk dapat memahami buku teks kefarmasian dalam bahasa Inggris dan menerjemhakan buku teks atau artikel ilmiah dalam bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia

4. Ilmu-Ilmu Dasar untuk Farmasi [4]
Pendahuluan (kegunaan basic science dalam farmasi):
- Matematika: membicarakan pokok bahasan masalah him-punan fungsi, grafik fungsi, limit dan kontinuitas, derivatif, integral tak tentu, integral tertentu, matrik;
- Fisika: konsep dasar fisika untuk farmasi,kinematika, dinamika,hukum Newton,hukum kekekalan, mekanika zat alir, termodinamika, fisika modern;
- Kimia: membicarakan kinetika gas, kinetika kimia, reaksi kesetimbangan teori atom dan molekul dalam larutan, elektrolit , ikatan kimia, termokimia dan energetika, asam-basa, kimia inti dan unsur-unsur transisi, reaksi redoks, metode pemisahan, senyawa anorganik dalam sistem biologi
Pustaka:

a. Brady, J.E., 1990, General Chemistry, Principles and Structure, John Wiley & Sons, Toronto
b. Clarke, P.S., 1974, Calculus and Analytic Geometry, Heath and Co., Ontario, Canada
c. Petrucci, R.H., 1985, General Chemistry, Principles and Modern Application, 4th. Ed., Collier Mac Inc., New York
d. Miller, M., 1977, College Physics, 4th. ed., Haecourt Brace Jovanovich Inc., New York
e. Mizrahi, A., and Sullivan, M, 1982, Calculus and Analytic Geometry, Wadesworth Inc., California.
f. Schaum, D., 1977, Theory and Problems of College Physics, McGraww Hill Book Co., New York

5. Biologi Sel [2]
Pendahuluan; organisasi sel dan subsel prokariot dan eukariot; asam nukleat dan protein; proses biologi dalam sel prokariot dan eukariot; ekspresi gen dan mekanisme pengendalian; genetika mikroba; sistem transport pada prokariot dan eukariot; prinsip rekayasa genetika dan produk rekombinan dalam bidang farmasi.
Pustaka:

a. Glick, B. and Pasternack J.J., 1994, Principles and Application of Recombinant DNA, American Sosiety of Microbiology, Washington
b. Lengeler, J.W., Drews, G., and Schleegel, H.G., 1999, Biology of the Prokaryotes, Blackwell Sciences, New York.
c. White, D, 2000, The Physiology and Biochemistry of Prokaryotes, 2nd. Ed., Oxford University Press., New York.

6. Kimia Organik [4(1)]
Pendahuluan; membicarakan struktur dan ikatan kimia; nomenklatur dan sifat molekul organik; mekanisme reaksi organik dan pengenalan stereokimia; reaksi substitusi dan eliminasi (alifatik dan siklik); senyawa karbonil (aldehida dan keton, reaksi addisi nukleofilik dan elektrofilik; asam karboksilat (turunan asam karboksilat spt turunan asilhalida, ester, amida, anhidrida); reaksi-reaksi spesifik karbonil (pembentukan ikatan C-C, reaksi substi-tusi karbonil-alpha, reaksi kondensasi karbonil); karbohidrat; senyawa heterosiklik, polimerisasi.
Pustaka:

a. Fassenden R.J., and Fassenden, J.S., 1986, Organic Chemistry, Wardsworth Inc., California
b. Mc Murry J., 2004, Organic Chemistry, Wards-worth Inc., California
a. Salomons, T.W.G, 1997, Fundamentals of Organic Chemistry, John Willey & Sons, New York
b. Vogel, A.I., 1990, A Textbook of Practical Organic Chemistry, Longman, London

7. Kimia Analisis [3(1)]
Pendahuluan, membicarakan metode-metode analisis baik kualitatif maupun kuantitatif dengan mengkaitkan terjadinya interaksi radiasi elektromagnetik dengan molekul menggunakan instrumentasi spektrometri (spektrofometer uv-vis, infra merah, spektrofluorometri), pemisahan senyawa dari campurannya menggunakan sistem kromatografi (gas, cair kinerja tinggi), dan analisis elektrokimia (potensiometri, coulometri dan polarografi); volumetri; dan gravimetri.
Pustaka:

a. Christian, G.D., 1994, Analytical Chemistry, John Willey & Sons, New York
b. Harris, D.C., 1987, Quantitative Chemical Analysis, 2nd. Ed., Freeman Co., New York
c. Pecsok, R.L., Shields, L.D., and Cairns, T., and McWilliam, I.G., 1976, Modern Methods of Chemical Analysis, 2nd. Ed., John Willey & Sons, New York.
d. Kealey, D.,and Haines, P.J., 2002, Analytical Chemistry, Bios Scien. Publ., Oxford
e. Skoog, D.A., Holler, F.J., and Crouch, S.R., 2007, Principles of Instrumental Analysis, 6th. Ed., Thomson, Belmont.
f. Willard, H.H., Merrit Jr., L.L., Dean, J.A., and Settle Jr, F.A., 1988, Instrumental Methods of Analysis, 7th. Ed, Wadsworth Publ. Co., California

8. Botani Farmasi [3(1)]
Pendahuluan; ruang lingkup botani; isi sel protoplasmik dan organel; sistematika, determinasi dan pengertian tentang tumbuh-tumbuhan obat; tumbuh-tumbuhan rendah dan tinggi termasuk nabati bahari yang meliputi nama tumbuh-tumbuhan, familia, morfologi; letak dan fungsinya; dan bagian tanaman yang di-gunakan dalam farmasi; dan tumbuhan obat Indonesia.
Pustaka:

a. Anonim, 1985, Medicinal Herbs Index in Indonesia, Jilid I, PT Eisai Indonesia, Jakarta
b. Anonim, 1985, Tanaman Obat Indonesia, Jilid I, Dep. Kes. RI, Jakarta
c. Anonim, 1995, Medicinal Herbs Index in Indonesia, Jilid II, PT Eisai Indonesia, Jakarta
d. Bisset, N.G., 1994, Herbal and Phytopharmaceutical, Medpharm Scientific Publ, Stutgart
e. Bruneton, J., 1995, Pharmacognosy, Phytochemistry and Medicinal Plants, Lavosier Publ., Paris
f. Syamsuhidayat, S.S., dan Hutapea, J.R., Inven-taris Tanaman Obat Indonesia I, Dep. Kes. RI, Jakarta
g. Sudarsono, Didik Gunawan, Subagus Wayuono, Imono Argo Donatus, dan Purnomo, 2002, Tumbuhan Obat I dan II, PPOT-UGM, Yogyakarta.
h. Youngken, H.W., Pharmaceutical Botany, The last Ed., Blackiston Co., Philadelphia
i. Watt, J.M., and Breyer-Brandwijk, R., 1962, The Medicinal and Poisonous Plants of Southern and Eastern Africa, 2nd. Ed., Livingstone Ltd., London.

9. Anatomi Fisiologi Manusia [3(1)]
Pendahuluan; membahas konsep dasar tubuh sebagai kesatu-an; istilah anatomi dan fisiologi; organisasi di tingkat molekuler-sel-jaringan; mekanisme transpor di dalam tubuh, struktur dan fungsi; penilaian fungsi serta penyimpangan pada fungsi sistem peliput, sistem: lokomotorius, syaraf, pancaindra, endokrin, kardiovaskular, limfatik dan imunitas, respiratori, pencernaan, uriner; kesetimbangan cairan, elektrolit, asam-basa; sistem reproduksi serta integrasi antar sistem.
Pustaka:

a. Langley, L.L (Editor), 1990, Dynamic of Anatomy and Physiology, Mc Graw Hill Co., New York
b. Martini, F.H., 2001, Fundamentals of Anatomy and Physiology ., 5th. Ed., Prentice Hall, New Jersey
c. Tortora, G.J., and Anagnostakos, N.P., Principles of Anatomy and Physiology, 4th. Ed., Harper and Row Publ., New York
d. Wood, M.G., 1998, Laboratory Textbook of Anatomy and Physiology ., Freeman Co., San Fransisco

10. Biokimia [3(1)]
Pendahuluan, protein dan asam amino; teknik pemurnian protein; lipid dan membran; enzim sebagai katalis; Km, Vm dan inhibisi enzim; konsep dasar dan metabolisme karbohidrat; daur asam sitrat; fosforilasi oksidatif.
Pustaka:

a. Berg, J.M., Tymoczko, J.L., and Styrer, L., 2002, Biochemistry, 5th. Ed., Freeman Co., San Fransisco
b. Clark, J.M., and Robert, L.S., 1977, Experimental Biochemistry, 2nd. Ed., ., Freeman Co., San Fransisco
c. Elliot W.H., and Elliot, D.C., 1996, Biochemistry and Molecular Biology, John Willey & Sons, New York
d. Lehninger, A.L., 2003, Principles of Biochemistry, Tata Mc Graw Hill Co., New Delhi.

11. Mikrobiologi dan Virologi [3(1)]
Pendahuluan; membicarakan pokok bahasan masalah biologi dari mikroorganisme; patogenisitas pertumbuhan mikroorganisme dan fermentasi; metabolit yang dihasilkan oleh mikroorganisme; konsep antibiosis dan antisepsis; virus (biologi dan pertumbuhan-nya); penggunaan mikro-organisme dalam farmasi (penetapan kadar antibiotika, uji sensitivitas, uji angka lempeng total, uji kapang, uji bioautografi dsb), uji sterilitas.
Pustaka:

a. Anonim, Farmakope Indonesia, Edisi IV, Jakarta
b. Attlas, R.M., Brown, A.E., Dobra, K.W., and Lionas, M., 1989, Experimental Microbiology Fundamental and Aplication, Mc Millan Publ. Co., New York
c. Browne, L.M., and Szenthe, N.A., 1989, Laboratory Manual for Microbiology, 2nd. Ed., Dept. Chemis. Univer. of Alberta, Canada
c. Hugo, W.B., and Russel, A.D., 1999, Pharmaceutical Microbiology, 5th. ed., Blackwell Scient. London
d. Madigan, T.M., Martinko, J.M., and Parker, J., 1997, Biology of Mycroorganism, Ed. 8., Prentice Hall Inc., New Jersey
e. Russel, A.d., Chopra, I., 1990, Understanding Antibacterial Action and Resistance, Ellis Horwood Lim., London

12. Imunologi [2]
Pendahuluan; fungsi dan mekanisme produksi antibodi oleh sel-sel penghasil antibodi; molekul pengenal antigen; interaksi antigen-antibodi; isolasi dan pemurnian antibodi; reaksi immuno-kimia; molekul-molekul yang terlibat dalam respon imun dan mekanisme deaktivasi agen infeksi, pembuatan monoklonal anti-bodi; macam dan metode pembuatan konjugat; dan pembuatan vaksin rekayasa serta strategi terapi kanker, autoimmun, hipersensitivitas.
Pustaka:

a. Abbas, A.K., Lichman, A.H., and Pober, J.S., 1994, Cellular and Molecular Immunology, 2nd. Ed., WB Saunders, Co., Philadelphia
b. Roit, I., Brostoff, J., and Male, D., 1998, Immuno-logy, 5th. Ed., Mosby, London
c. Roit, I., 1997, Essential Immunology, 9th. Ed., Blackwell Co., London

13. Patologi [2]
Pendahuluan, membicarakan pokok bahasan tentang kondisi patologi sel, jaringan, prose inflamasi secara umum, dan organ; jejas/trauma dan penimbunan intraselular; adaptasi dan kematian sel; inflamasi akut dan kronis; regenerasi dan kesembuhan luka; penyakit infeksi dan neoplasia serta pengenalan patofisiologi.
Pustaka:

a. Greene, R.J., Harris, N.D., and Goodyer, L.I., 2000, Pathology and Therapeutics for Pharmacists : A Basic for Clinical Pharmacy,2nd. Ed., Pharm. Press., London
b. Kumar, V., Cotran, R.S., and Robin, S.L., 1997, Basic Pathology, 6th. Ed., W.B. Saunders, Philadelphia
c. Stevens, A., Lowe, J., 1995, Pathology, 2nd. Ed., Mosby, London

14. Farmasi Fisika [3(1)]
Pendahuluan; sifat fisikomimia molekul obat; kinetika dan orde reaksi; kelarutan dan faktor yang mempengaruhinya; difusi dan disolusi; stabilitas (fungsi dan cara penentuannya); pengertian tentang fenomena antar permukaan dan penentuan tegangan permukaan; sistem dispersi (koloid, emulsi, suspensi, dispersi padat); pengertian rheologi dan viskositas serta hubungannya dalam farmasi, mikromeritik, sifat-sifat fisika senyawa obat berbentuk serbuk.
Pustaka:

a. Florence, 1988, Physicochemical Principles of Pharmacy. 2nd. Ed., McMillan Pub., London
b. Martin, A.M., 2006, Physical Pharmacy, 4th. Ed., Lea & Febiger, Philadelphia

15. Farmasetika Dasar [3(1)]
Pendahuluan (introduction to pharmacy); Farmakope dan kegunaannya, prinsip dan teknik dasar pembuatan sediaan farmasi; resep (yang mencakup persyaratan, kelengkapan, perhitungan dosis, aspek sosial: hubungan dengan tenaga medik); peralatan dan perlengkapan dalam pembuatan sediaan farmasi; jenis dan macam sediaan farmasi (padat, cair, semi solida dan galenik).
Pustaka:

a. Anonim, Farmakope Indonesia, Edisi I, II, III dan IV, Jakarta
b. Troy, B.D (ed.) 2006, Remington : The Science and Practice of Pharmacy, 21st. Ed., Lippincott Williams & Wilkins
c. Thomson, J.E., 2004, A practical guide to Contem-porary Pharmacy Practice, Lippincott Williams & Wilkins

16. Teknologi Sediaan Farmasi [5(1)]
Pendahuluan; rancangan bentuk sediaan; garis besar formulasi sediaan; hub rute/cara pemberian dengan bentuk sediaan dan tahap-tahap pengembangan sediaan; preformulasi; eksipien; sistem peralatan dalam pembuatan sediaan; formulasi, cara pembuatannya, dan evaluasi sediaan obat, kosmetik, dan bahan alam (solida, cair, semi solida dan steril).
Pustaka:

a. Amstrong, N.A., and James, K.C., 1996, Pharmaceutical Experimental Design and Inter-pretation, Taylor and Francis, Bristol
b. Aulton, M.E., 1988, The Science of Dosage Form Design, Churchil Livingstone, Edinburg
c. Avis, K.E., Lachman, L., and Lieberman, H.A., 2000, Pharmaceutical Dosage Form : Parenteral, Tablet, Disperse system, Vol I,II,III, Marcel Dekker Inc., New York
d. Banker, G.S., and Rhodes, C.T., 1996, Modern Pharmaceutics, 3rd . Ed., Marcel Dekker Inc., New York
e. Gennaro, A.R., 1995, Remington : The Science and Practice of Pharmacy, 19th. Ed., Mack Publ. Co., Pensylvania
f. Lachman, 1986, The Theory and Practice of Industrial Pharmacy, 2nd. Ed., Lea & Febiger, Philadelphia

17. Analisis Farmasi [3(1)]
Pendahuluan, membicarakan pokok bahasan masalah analisis kuantitatif komponen tunggal atau kompleks obat dalam sediaan padat, semi padat, cair dan steril dan analisis kosmetik dengan metode spektrofotometri, fluorometri, TLC, GC, HPLC, CE, dan elektrokimia; validasi metode analisis sesuai yang tercantum dalam farmakope.
Pustaka:

a. Ahuja, S., and Scypinski, S., 2001, Handbook of Modern Pharmaceutical Analysis, Vol. 3, Academic Press., San Diego
b. Cunnif, F., 1995., Official Methods of Analysis, 16th. Ed., AOAC Interns., New York
c. Horwitz, W., and Latimer, G.W., 2005, Official Methods of Analysis, AOAC International, Maryland.
d. Sanzel, A.J., 1977, Newburger’s Manual Cosmetic Analysis, 2nd. Ed., Off. An. Chem. Inc., Washington

18. Kimia Medisinal [2]
Pendahuluan, hubungan struktur dan sifat kimia fisika obat dengan proses ADME, hubungan kelarutan dan stereokimia obat dengan aktivitas, teori interaksi obat-reseptor, HKSA (hubungan kuantitatif struktur dan aktivitas), metabolisme obat dan senyawa organik lain, hubungan metabolisme dan aktivitas obat dan rancangan obat, modifikasi molekul dan rancangan obat yang rasional, macam-macam obat seperti : obat antiinfeksi, anti-biotika, diuretika, penekan dan perangsang susunan syaraf pusat, obat anti tumor, dsb.
Pustaka:

a. Foye, W.O., 1981, Principles of Medicinal Chemistry, 3rd. Ed., Lea & Febiger, Philadelphia
b. Gringauz, A., 1997, Medicinal Chemistry : How Drugs Act and Why?, John Wiley & Son, New York
c. Korokolvas, B., 1976, Essential of Medicinal Chemistry, John Wiley & Son, New York
d. Sardjoko, 1993, Rancangan Obat, Gadjah Mada University Press., Yogyakarta
e. Siswandono dan Bambang Sukardjo, 2000, Kimia Medisinal, Airlangga University Press., Surabaya
f. Topliss, J.G., 1983, Quantitative Structure-Activity Relationship of Drugs, Academic Press Inc., New York

19. Farmakognosi – Fitokimia [5(1)]
Pendahuluan (ruang lingkup farmakognosi dan fitokimia dengan pengembangan obat); mutu obat yang berasal dari tumbuhan, hewan dan mineral; variabilitas yang mempengaruhi bahan alam obat; standarisasi; kandungan kimia bahan obat alam; penggolongan konstituen,biosintesis; pengetahuan bahan simpli-sia, ekstrak dan minyak atsiri; teknik uji biologi dan mikrobiologi; penapisan secara kimia; fraksinasi dan isolasi kandungan kimia; metode kimia dan spektrometri pada karakterisasi dan elusidasi struktur; dan berbagai golongan senyawa kimia sebagai model pemisahan dan pencirian (kumarin, flavonoid, alkaloid, terpenoid, kinon, kurkuminoid dengan aspek bahasan meliputi struktur, ekstraksi, pemisahan, pemurnian dan identifikasi, aspek botani dan aktivitas dari simplisia)
Pustaka:

a. Anonim, 2000, Quality Control Methods for Medicinal Plant Material, WHO, Geneva
b. Bisset, N.G., 1994, Herbal and Phytopharmaceutical, Medpharm Scientific Publ, Stutgart
c. Bruneton, J., 1995, Pharmacognosy, Phytochemistry and Medicinal Plants, Lavosier Publ., Paris
d. Evans, W.C., 2002, Pharmacognosy, 16th. Ed., W.B. Saunders, London
e. Harbone, J.B., 1987, Metode Fitokimia, Terjemahan Padmawinata, Penerbit ITB, Bandung
f. Ikan, R., 1991, Natural Products : A Laboratory Guide, 2nd. Ed., Academic Press., New York
g. Mabry, T.J., Markham, M.B., and Thomas, M.B., 1970, The Systematic Identification of Flavonoids, Springer Verlag, Berlin
h. Robinson, T., 1995, Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi, Terjemahan Padmawinata, Penerbit ITB, Bandung
i. Wijesekera, R.O.B., 1991, The Medicinal Plant Industry, CRC Press. Inc., Florida

20. Farmakologi-Toksikologi [5(1)]
Pendahuluan, uraian farmakologi dan toksikologi obat-obat sistem saraf, kardiovaskular, sistem pencernaan, sistem respirasi dan sistem ekskresi. Dasar pengunaan obat hormon, suplemen dan antiinfeksi, uraian farmakologi-toksikologi obat-obat hormon, vitamin, obat yang mempengaruhi darah, antiinfeksi, antiparasit, antitumor dan desinfektan; ruang lingkup toksikologi, nasib zat racuni di dalam tubuh (aneka kondisi; mekanisme aksi, wujud dan sifat zat toksik, aneka faktor intrinsik); tolok ukur toksisitas kualitatif dan kuantitatif; pengertian sistem dan aneka ragam uji toksisitas.
Pustaka :

a. Craig, C.R., (Editor), 1990, Modern Pharmacology, 4th. Ed., Liyye Brown Co., New York
b. Dipama, J.R., (Editor), 1994, Basic Pharmacology in Medicine, 4th. Ed., Medicinal Surv.Inc., Pjiladelphia
c. Hardman, J.A., (Editor), 1995, Goodman and Gilman’s The Pharmacological Basis of Theura-peutics, 9th. Ed., Mc Graw Hill, New York
d. Katzung, B.B. 1996, Basic and Clinical Pharmacology, 5th. Ed., Prentice Hall Int.Inc., London
e. Niesink, R.J.M., de Vries, J., and Hollinger , M.A., Toxicology, Principles and Applications, CRC Press. Inc., New York.

21. Biofarmasetika-Farmakokinetika [4(1)]
Pendahuluan; perjalanan dan nasib obat dalam tubuh; teori pelepasan, pelarutan, difusi, absorbsi; membran biologis dan mekanisme absorbsi; berbagai faktor yang mempengaruhi absorpsi obat dan bioavailabilitas,parameter bioavailabilitas; rute pemberian (biofarmasi sediaan oral, rektal, kulit, mata, paru-paru dan parenteral; dan evaluasi ketersediaan hayati sediaan farmasi.
Batasan farmakokinetika dan aplikasinya dalam bidang farmasi dan pengobatan, hubungan kadar obat dalam plasma dan aktivitas obat; model satu kompartemen terbuka, model dua kompartemen terbuka, pengaturan dosis, kinetika absorbsi obat, ikatan protein obat, metabolisme obat, ekskresi renal, farmako-kinetika non linier.
Pustaka:

a. Abdou, H.M., 1989, Dissolution, bioavailability and bioequivalence, Mark. Publ. Co., Pennyslvania
b. Banker, G.S., and Rhodes, C.T., 1996, Modern Pharmaceutics, 3rd . Ed., Marcel Dekker Inc., New York
c. Shargel, L., 1999, Apllied Biopharmaceutics and Pharmacokinetics, 4th.Ed., Appleton Century Croft Publ., New York
d. Swarbick, J., 1975, Current Concept in Pharma-ceutical Sciences: Dosage form Design and Bioavailability, Lea & Febiger, Philadelphia
e. Wagner, J.G., 1993, Pharmacokinetics for the Pharmaceutical Scientist, Technomic Publ., Bassel.

22. Farmakoterapi [2]
Pendahuluan, membicarakan pokok bahasan masalah dasar-dasar farmakoterapi sistem syaraf; sistem renal dan kardivaskular; sistem pencernaan dan pernafasan; sistem hormon dan endokrin; penyakit infeksi; kanker; patofisiologi dan pemilihan obat untuk masing-masing penyakit; serta evaluasi penggunaan beberapa obat pada beberapa kasus.
Pustaka:

a. Dipiro, J.T., Talbert, RI., and Yen, G.C., 1997, Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach, 3rd. ed., Appleton & Lange, Stamford.
b. Herfindal, E.T., and Gourley, D.R., 2000, Textbook of Therapeutics, Drug and Disease Management, 7th. ed., Lippincot & Williams, Philadelphia
c. O Graddy, F., Lambert, H.P., Finch, R.G., and Greenwood, D., 1997, Antibiotic and Chemotherapy : Anti-infective agents and their use in therapy, 7th. Ed., Churchill, Livingstone.
d. Schwinghammer, T.L., 2002, Pharmacotherapy Casebook: A Patient Focused Approach, 5th. Ed., McGraw-Hill Companies, New York.

23. Tugas Akhir [6]
Penelitian eksperimental dan non eksperimental (sosial); analisis data,aplikasi statistika; metode penulisan dan teknik presentasi; mempertahankan hasil penelitian dalam bentuk tulisan ilmiah di bawah bimbingan dosen di hadapan dewan penguji.
Pustaka:

a. Brown, T.R., and Smith, M.C., 1986, Handbook of Institutional Pharmacy Practice, 2nd. Ed., Williams and Wilkins, Baltimore
b. Gibaldi, J., 1999, Handbook for Writers of Research Paper, 5th. Ed., The Modern Language Association of America, New York
c. Nelson, A.A., 1980, Research Methods for Pharmaceutical Practice, A. J. Hosp. Pharm, 37, 107-110
d. Pratiknyo, A.W., 2003, Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta
e. Scheffer, W.C., 1979, Statistika untuk Biologi, Farmasi, Kedokteran dan Ilmu yang Bertautan, Terjemahan Suroso, Penerbit ITB, Bandung

24. Peraturan perundang-undangan & Etika Kesehatan [2]
Pendahuluan; membicarakan peraturan perundang undang-an Indonesia di bidang kesehatan khususnya farmasi dan yang terkait disertai contoh-contoh penerapan, pelanggaran dan sanksinya; hak dan kewajiban apoteker dalam pekerjaan dan pelayanan kefarmasian, membicarakan tentang etika dan moral (sasaran dan normanya) di bidang kesehatan, kedokteran, farmasi; dan sanksi hukum dan terhadap pelanggarannya; kode etik profesi.
Pustaka :

a. Anonim, 1997, Kumpulan Peraturan Perundang-undangan Farmasi, KORPRI Dit Jen POM, Jakarta.
b. Anonim, 1992, Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 thn 1992 tentang Kesehatan, Dept Kes., Jakarta.
c. Anonim, 1997, Undang-Undang Republik Indonesia No. 22 thn 1997 tentang Narkotika, Departemen Kesehatan, Jakarta.
d. Anonim, 1997, Undang-Undang Republik Indonesia No. 5, thn 1997 tentang Psikotropika, Departemen Kesehatan Jakarta
e. Anonim, 1999, Undang-Undang Republik Indonesia No. 8, thn 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Departemen Kesehatan, Jakarta
f. Troy, B.D (ed.) 2006, Remington : The Science and Practice of Pharmacy, 21st. Ed., Lippincott Williams & Wilkins.

25. Kewirausahaan [2]
Pendahuluan; arti kewirausahaan dan menjadi wiraswasta yang tangguh dengan cara hidup dan berpikir positip; sifat-sifat yang perlu dimiliki oleh wirausaha; berfikir maju sebagai sumber kesuksesan; kreativitas dan inovasi dan memperkuat daya juang; meningkatkan produktivitas usaha melalui motivasi; manajemen dan organisasi; sistem informasi dan manajemen; manajemen : produksi, pemasaran, personalia, akuntasi, SDM dan kelayakan usaha
Pustaka:

a. Buchari Alma, 2007, Kewirausahaan, Penerbit Alfabeta, Bandung
b. Fadel Muhammad, 1992, Industrialisasi dan Wira-swasta, Gramedia, Jakarta.
c. Hisrich, R.D., and Peters, M.P., 1995, Entrepreneur-ship, Irwin, Chicago

Comments (0)

Kurikulum Nasional Program Pendidikan Profesi Apoteker

Posted on 03 March 2009 by Admin Web

A.
Kurikulum Inti
No
Mata Kuliah
SKS
1.
Farmakoterapi Terapan
2
2.
Pelayanan Kefarmasian
2
3.
Compounding and Dispensing
2
4.
Manajemen Farmasi
2
5.
PKP Apotik (wajib)
4
6.
PKP Pilihan Wajib (PKP-RS atau PKP-Industri atau PKP-Pemerintahan)
4
Jumlah Kurikulum Inti Program Pendidikan Apoteker
16
   
B.
Kurikulum Institusional
No
Mata Kuliah
SKS
7.
Materi Pembelajaran Institusional
Minimal 12
Jumlah SKS Minimal pada Program Pendidikan Apoteker
28
Ketentuan :
1.
Jumlah total SKS pada program pendidikan apoteker maksimum 40 SKS
2.
Diselenggarakan minimal 2 semester
3.
Diakhiri dengan evaluasi oleh penguji yang dibentuk oleh PTF

Comments (1)

Silabus Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker

Posted on 03 March 2009 by Admin Web

Silabus Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker terdiri atas :

  1. Silabus Kurikulum Nasional Program Pendidikan Profesi Apoteker
  2. Silabus Kurikulum Institusional Program Pendidikan Profesi Apoteker

Comments (0)

Silabus Kurikulum Nasional Program Pendidikan Profesi Apoteker

Posted on 03 March 2009 by Admin Web

1. Compounding and Dispensing [2]

Pendahuluan, membahas tentang praktek farmasi, skrining resep (legal, farmasetik, klinis, sosial-ekonomis); cara compounding yang baik, perhitungan dalam compounding and dispensing, compounding obat steril dan non-steril; aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian, pemrosesan resep secara profesional, penggunaan obat rasional (POR); simulasi dan praktek serta studi kasus dalam compounding and dispensing

Pustaka :

a. Herfindal, E.T., Gourley, D.R., 2000, Textbook of Therapeutic Drug and Disease Management, 7th Ed., W & W Publs., Philadelphia.

b. Allen, L.V., 2002, The Art, Science and Technologynof Pharmaceutical Compounding, APhA, Washington

c. Swinghammer, T.I., 2002, Pharmacotherapy Case-book a Patien-Focused Approach, 5th Ed., McGraw-Hill, New York

d. Winfield, A.J., Richards, R.M.E., 2004, Pharma-ceutical Practice, 3rd Ed., Livingstone, New York

e. WHO, 1996. Good Pharmacy Practice (GPP) in Community and Hospital Pharmacy Settings.

f. ASHP 2001-2002, Best Practices for health-System Pharmacy, Position and Guidance Documents of ASHP.

g. ASHP, 2004, AHFS Drug Information

h. Anonim, SK Menkes No. 1027/Menkes/SKIX/ 2004

 

2. Pelayanan Kefarmasian [2]

Pendahuluan; matakuliah ini membicarakan tentang definisi dan ruang lingkup (domain); arti penting bagi profesi apoteker dan fungsi-fungsi praktek apoteker; kebutuhan pasien akan terapi obat dan tujuan dari terapi obat; problema-problema terapi obat dan penyebab-penyebabnya; koleksi data pasien (data base); evaluasi data pasien; pengembangan rencana patient care; presentasi kasus pasien (patient case presentation) atau pendokumentasian pelayanan; monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut terapi obat; kendala-kendala pelaksanaan; pemasaran/promosi pelayanan kefarmasian (marketing-promoting pharmaceutical care); kriteria kesiapan dan cara memulai praktek; standar praktek pelayanan kefarmasian; dan beberapa studi kasus tentang problema terapi obat dengan penyelesaian permasalahan menggunakan pen-dekatan secara sistematik, seperti : SOAP (Subjective Objective Assesment Plan), PWDT (Pharmacist Workup Drug Therapy), FARM (Finding Assesment Recommendation Monitoring), LKKPTO (Lima Kunci Kebutuhan Pasien akan Terapi Obat), dll.

Pustaka :

a. Rovers, J.P., Currie, J.D., Hagel, H.P., McDonough, R.P., Sobotka, J.L., 2003, A Practical Guide to Pharmaceutical Care, 2nd Eddition, AphA, Washington, D.C.

b. Cipolle, R.J., Strand, L.M., and Morley, P.C., 1998, Pharmaceutical Care Practice, McGraw Hill, New york.

c. Tindall, W.N., and Millonig, M.K., 2003, Pharmaceutical Care: Insight from Community Pharmacists, CRC Press, Boca Raton.

d. Tietze, K.J., 2004, Clinical Skill for Pharmacists A patient-Focused Approach, 2nd Edition, Mosby, St. Louis.

e. Koda-Kimble, A.N., Lee Young, L., Kradjan, W.A., Guglielmo, B.J., ., 2005, Applied Therapeutics : The Clinical Use of Drugs, Eighth Ed., Lippincot William & Wilkins, Philadelphia

 

3. Manajemen Farmasi [2]

Konsep dasar manajemen (batasan, filosofi, dan proses manajemen); fungsi dasar manajemen di apotek, IFRS, dan industri (perencanaan, pengorganisasian/SDM, pengarahan, pengendalian, dan pengambilan keputusan); Sistem Informasi Manajemen; Manajemen mutu terpadu (Total Quality Mana-gement); manajemen apotek (studi kelayakan dan budgeting, inventory control system, keuangan, pemasaran, peraturan perundangan yang terkait dengan apotek, manajemen pelayanan dan informasi obat di apotek, dan strategi pengembangan); manajemen farmasi rumah sakit (perencanaan, pengadaan perbekalan farmasi, penyimpanan, pengemasan, distribusi, dan pengendalian); manajemen industri farmasi (manajemen perse-diaan, QA, manajemen industri, pengembangan produk, regulasi, dan informasi produk);

Pustaka :

a. Stoner, J.A.F., R.E. Freeman, and D.R. Gilbert Jr, 1995, Management, Prentice Hall in New Jersey

b. Tootelian, D.H. and Gaedeka, R.M., 1993, Essentials of Pharmacy Management, Mosby-Yess Yook Inc., St. Louis.

c. WHO, 2007, Quality Assurance of Pharmaceuticals 2nd ed., Geneve

d. Desselle, S.P. and Zgarrik, D.P., 2005, Pharmacy Management Essentials for All Practice Settings, McGraw-Hill Medical Publishing Division, New York.

 

4. Farmakoterapi Terapan [2]

Memahami dan mengevaluasi regimentasi dosis untuk setiap kasus khusus pada farmakoterapi sistem syaraf; sistem renal dan kardivaskular; sistem pencernaan dan pernafasan; sistem hormon dan endokrin; penyakit infeksi; kanker; patofisiologi dan pemilihan obat untuk masing-masing penyakit; dan evaluasi penggunaan beberapa obat pada beberapa kasus.

Pustaka:

a. Dipiro, J.T., Talbert, RI., and Yen, G.C., 1997, Pharmacotherapy:A Pathophysiologic Approach, 3rd. ed., Appleton & Lange, Stamford.

b. Herfindal, E.T., and Gourley, D.R., 2000, Text-book of Therapeutics, Drug and Disease Management, 7th. ed., Lippincot & Williams, Philadelphia

c. O Graddy, F., Lambert, H.P., Finch, R.G., and Greenwood, D., 1997, Antibiotic and Chemo-therapy : Anti-infective agents and their use in therapy, 7th. Ed., Churchill, Livingstone.

d. Schwinghammer, T.L., 2002, Pharmacotherapy Casebook: A Patient Focused Approach, 5th. Ed., McGraw-Hill Companies, New York.

e. McPhee, S., Lingappa, V.R., Ganong, W.F., Lange J.D., 2000, Pathophysiology of Disease : An Introduction to Clinical Medicine, 3rd Ed., McGraw-Hill, New York.

f.  Koda-Kimble, A.M., Lee Young, L., Kradjan, W.A., Guglielmo, B.J.,2005, Applied therapeutics : The Clinical Use of Drugs, Eighth Ed., Lippincot William & Wilkins, Philadelphia.

5. PKP Apotik (wajib) [4]

Matakuliah ini merupakan bentuk praktek kerja profesi di apotek terutama pelaksanaan langsung di apotek yang meliputi : organisasi apotek dan pembelajaran berdasarkan pengalaman kerja yang mencakup aspek administrasi dan perundang-undangan, aspek manajerial, aspek pelayanan kefarmasian dan aspek bisnis

Pustaka :

a. Anonim, 2002, Permenkes RI No.1332/Menkes/ X/2002, tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Ijin Apotek, Depkes RI, Jakarta

b. Anonim, 2004, Permenkes RI No.1027/Menkes/ SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, Depkes RI, Jakarta

c. APTFI, 2008, Surat Keputusan Majelis APTFI No:002/APTFI/MA/2008 tentang Standar Praktek Kerja Profesi Apoteker

d. Suryono, S., 2001, Manajemen Apotek, Airlangga University Press., Surabaya

 

6. a. PKP Rumah Sakit [4]

Matakuliah ini merupakan bentuk praktek kerja profesi di rumah sakit terutama pelaksanaan langsung di instalasi farmasi rumah sakit, untuk mengetahui organisasi rumah sakit dan farmasi rumah sakit, tentang pengelolaan perbekalan farmasi (perenca-naan dan pemilihannya, pengadaan, distribusi); penggunaan obat; produksi di IFRS; CSSD; laboratorium internal; sistem manajemen informasi obat; sistem pengendalian dan infeksi mosokomial; dan praktek farmasi klinik

Pustaka :

a. Anonim, 2004, Permenkes RI No.1042/Menkes/ SK/IX/2004, tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit, Depkes RI, Jakarta.

b. APTFI, 2008, Surat Keputusan Majelis APTFI No: 002/APTFI/MA/2008 tentang Standar Praktek Kerja Profesi Apoteker

c. Hassan, W.E., 1986, Hospital Pharmacy, 5th Ed., Lea and Febiger, Philadelphia

d. Quick, J., 1997, Managing Drug Supply, Humani Press, New York

e. Santoso, B., 1999, Manajemen Obat Rumah Sakit, MMF, Yogyakarta

 

6. b. PKP Industri Farmasi [4]

Matakuliah ini merupakan bentuk praktek kerja profesi di industri farmasi atau yang sejenis terutama untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang industri farmasi, penerapan CPOB, proses pembuatan sediaan farmasi, sarana dan prasarana dalam industri farmasi, dan fungsi kefarmasian dalam industri farmasi.

Pustaka :

a. APTFI, 2008, Surat Keputusan Majelis APTFI No:002/APTFI/MA/2008 tentang Standar Praktek Kerja Profesi Apoteker

b. Anonim, 2000, Asean GMP Guidelines, 4th. Ed., Jakarta

c. Anonim, 2001, Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik, Badan POM RI, Jakarta

d. Anonim, 2001, Petunjuk Operasional Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik, Badan POM RI, Jakarta

 

6. c. PKP Pemerintahan [4]

Matakuliah ini merupakan bentuk praktek kerja profesi di lembaga pemerintahan terutama untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang peran apoteker dalam penentuan kebijakan obat baik nasional maupun regional, distribusi dan ketersediaan obat sampai sarana pelayanan kesehatan yang terendah.

Pustaka :

APTFI, 2008, Surat Keputusan Majelis APTFI No: 002/APTFI/MA/2008 tentang Standar Praktek Kerja Profesi Apoteker

Comments (0)

Silabus Kurikulum Institusional Program Pendidikan Profesi Apoteker

Posted on 03 March 2009 by Admin Web

1. Materi Pembelajaran Institusional : minimal 12 SKS, dapat berwujud PKP atau matakuliah yang minimal terdiri atas 3 materi pembelajaran.

2. Matakuliah-matakuliah yang bisa diberikan pada Materi Pem-belajaran Institusional adalah :

1.) Komunikasi dan Konseling [2]
2.) Farmasi Industri [2]
3.) Farmasi Rumah Sakit [2]
4.) Biofarmasetika Terapan [2]
5.) Interaksi Obat [2]
6.) Pengobatan Sendiri [2]
7.) Penyalahgunaan Obat [2]
8.) Manajemen SDM [2]
9.) Manajemen Pemasaran [2]
10.) Farmasi Sosial [2]
11.) Ilmu Kesehatan Masyarakat [2]
12.) Herbal medisin [2]
13.) Kesalahan Pengobatan (medication error) [2]
14.) Manajemen Keracunan [2]
15.) Nutrasetika [2]
16.) Farmakogenomika [2]
17.) Farmasi Veteriner [2]
18.) Farmasi Klinik [2]
19.) Patologi Klinik [2]
20.) Kosmesetika [2]
21.) Patofisiologi [2]
22.) Merespon Gejala Penyakit (Responding To Symptoms) [2]
23.) Administrasi Farmasi/Regristrasi [2]

1). Komunikasi dan Konseling [2]
Pendahuluan; pengertian, fungsi, dan tujuan komunikasi; komunikasi efektif; etika berkomunikasi; pengertian, fungsi, dan tujuan konseling; membangun hubungan profesional; memahami pasien; dasar-dasar konseling obat; metode edukasi; ketrampilan melakukan konseling; manajemen konflik; mengatasi pasien yang marah; interaksi dengan dokter; komunikasi persuasif; faktor-faktor penghambat; simulasi dan studi kasus.
Pustaka :

a. Berger, B.A., 2005, Communikation Skills for Pharmacists: Building Relationships, Improving Patient Care, 2nd Edition, APhA, Washington, D.C.
b. Rantucci, M.J., 1997, Pharmacists Talking with Patients a Guide to Patient Counseling, Williams & Wilkins, Baltimore.
c. Meldrum, H., 1994, Interpersonal Communica-tion in Pharmaceutical Care How to be A (Really) Professional Pharmacist, Pharmaceu-tical Product Press, New York.
d. Tindall, W.N., Beardsley, R.S., and Kimberlin, C.L., 1994, Communication Skills in Pharmacy Practice A Practical Guide for Students and Practitioners, 3rd Edition, Williams & Wilkins, Baltimore.
e. Gardner, M.E., Herrier, R.N., and Meldrum, H., 2000, Patient Communication in Clinical Pharmacy Practice, in Textbook of Therapeutics Drug and Disease Management, Herfindal, E.T. and Gourley, D.R. Eds, Lippincott Williams &Wilkins, Philadelphhia.

2). Farmasi Industri [2]
Matakuliah Farmasi Industri membahas tentang perma-salahan yang dihadapi industri farmasi mulai dari pengadaan bahan awal, proses pembuatan sediaan farmasi, sampai sediaan lolos edar, mencakup CPOB, yang meliputi bahasan tentang ketentuan umum personalia, bangunan, peralatan, sanitasi, pengawasan mutu, inspeksi diri, penanganan terhadap hasil pengamatan; keluhan dan penarikan kembali obat yang beredar, dokumentasi; validasi; perencanaan; produksi dan pengendalian persediaan,; penanganan limbah industri farmasi
Pustaka :

a. Anonim, 2000, Asean GMP Guidelines, 4th. Ed., Jakarta
b. Anonim, 2001, Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik, Badan POM RI, Jakarta
c. Anonim, 2001, Petunjuk Operasional Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik, Badan POM RI, Jakarta
d. Berry, I.R., Nash, R.A., 1993, Pharmaceutical Process Validation, 2nd Ed., Marcel Dekker Inc., New York
e. Willig S.N., Stoker J.R., 1992, Good Manufacturing Practices for Pharmaceutical: A Plan for Total Control, 3rd Ed., Marcel Dekker, New York.

3). Farmasi Rumah Sakit [2]
Matakuliah FRS membahas tentang rumah sakit, instalasi farmasi rumah sakit, pengelolaan perbekalan farmasi (perenca-naan dan pemilihannya, pengadaan, distribusi), penggunaan obat, produksi di IFRS, CSSD, laboratorium internal, sistem manajemen informasi obat, sistem pengendalian dan infeksi mosokomial
Pustaka :

a. Hassan, W.E., 1986, Hospital Pharmacy, 5th Ed., Lea and Febiger, Philadelphia
b. Quick, et . al., 1997, Managing Drug Supply, Humani Press, New York
c. Santoso, B., 1999, Manajemen Obat Rumah Sakit, MMF, Yogyakarta

4). Biofarmasetika Terapan [2]
Pendahuluan; arti penting Biofarmasetika Terapan dalam praktek; Biopharmaceutics Classification Scheme (BCS) dan rule of five; problema biofarmasetik produk obat dan contoh-contohnya; bioavailabilitas dan bioekuivalensi; kriteria produk obat yang baik dan keputusan pemilihan produk obat; pitfalls dalam pemasaran/ presentasi data produk obat; penilaian data cross-study comparisons; seleksi produk obat dalam dispensing obat pada pasien; professional judgment substitusi produk obat; penyakit gastrointestinal dan sistemik yang mempengaruhi absorpsi obat dan efek klinisnya; dan korelasi in vitro - in vivo (IVIVC) produk obat.
Pustaka :

a. Sinko, P.J., 2006, Martin’s Physical Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 5th Edition, Lippincott Williams & Wilkins, Philadelphia.
b. Ritschel W.A. and Kearns, G.L., 2004, Handbook of Basic Pharmacokinetics Including Clinical Applica-tions, 6th Edition, American Pharmaceutical Association, Washington, D.C.
c. Williams, R.L., Brater, D.C., and Mordenti, J., 1990, Rational Therapeutics A Clinical Pharmacologic Guide for Health Professional, Marcel Dekker Inc, New York.
d. Shargel, L., Wu-Pong, S., and Yu, A.B.C., 2005, Applied Biopharmaceutics & Pharmacokinetics, 5th Edition, McGraw Hill, Boston.
e. Dipiro, J.T., Talbert, RI., and Yen, G.C., 1997, Pharmacotherapy:A Phatophysiologic Approach, 3rd. ed., Appleton & Lange, Stamford.
f. Dressman, J. and Kramer, J., 2005, Pharmaceutical Dissolution Testing, Taylor & Francis, Boca Raton.
g. Dressman, J.B. and Lennernas, H., 2000, Oral Drug Absorption Prediction and Assessment, Marcel Dekker Inc., New York.

5). Interaksi obat [2]
Perspektif interaksi obat; ruang lingkup (domain); arti interaksi obat dalam terapi; signifikansi klinis pada onset & offset, keparahan, dan dokumentasi interaksi obat; interaksi obat secara farmakokinetik dan farmakodinamik beserta contoh kasus-kasusnya; interaksi obat dengan makanan dan minuman beserta kasus-kasusnya; interaksi obat dengan penyakit beserta kasus-kasusnya; interaksi obat dengan nutrisi beserta kasus-kasusnya; interaksi obat dengan senyawa dalam lingkungan beserta kasus-kasusnya; dan manajemen klinis interaksi obat.
Pustaka :

a. Stockley, I.H., 2005, Stockley’s Drug Interactions, Pharmaceutical Press, London.
b. Tatro, D.S., 2001, Drug Interaction Facts, A Wolters Kluwer Company, St. Louis.
c. Bailie, G.R., Johnson, C.A., Mason, N.A., and St.Peter, W.L., 2004, Medfacts Pocket Guide of Drug Interactions, 2nd Ed., Bone Care International and NPA
d. Piscitelli, S.C. and Rodvold, K.A., 2001, Drug Interactions in Infectious Diseases, Humana Press, Totowa.
e. Mosayani, A., and Raymond, L.P., 2004, Handbook of Drug Interactions A Clinical and Forensic Guide, Humana Press, Totowa.
f. Thomson, 2007, PDR Electronic Library & PDR Drug Interactions.

6). Pengobatan Sendiri [2]
Pendahuluan,membahas tentang dasar-dasar dan system pengobatan sendiri, proses terapi dan pengobatan yang rasional; penilaian penderita OTC; iklan obat; obat-obat : selesma, batuk, asma, nyeri, nyeri local, dysmenorea primer diare, konstipasi, gastritis akut, demam (DB), cacingan, penggunaan vitamin dan mineral, jerawat, luka bakar dan pelindung cahaya matahari (sun screen).
Pustaka :

a. Herfindal, E.T., Gourley, D.R., 2000, Textbook of Therapeutic Drug and Disease Management, 7th Ed., W & W Publs., Philadelphia.
b. Alpha, L., 2002, Applied Handbook of Non-Prescreption Drugs, 13th Ed., McGraw-Hill, New York.
c. Dollery, S.C., 1999, Therapeutics Drugs, 2nd Ed., Marcel Dekker, New York
d. AMA, 1995, Drug Evaluation Annual, AMA Publ., New York

7). Penyalahgunaan Obat [2]
Pendahuluan, membahas tentang pengetahuan ketergan-tungan dan penyalahgunaan obat; neurobiologi ketergantungan jasmani (withdrawal) dan psikis (dependence); patofisiologi keter-gantungan dan penyalahgunaan obat seperti : CNS depressant, CNS stimulant, halusinogen substances, alkohol dan miras, nikotin dan strategi penatalaksanaan terapinya; uji kualitatif dan kuantitatif withdrawal dan ketergantungan substance abuse; serta studi kasus tentang penyalahgunaan obat).
Pustaka :

a. Herfindal, E.T., Gourley, D.R., 2000, Textbook of Therapeutic Drug and Disease Management, 7th Ed., W & W Publ., Philadelphia.
b. McPhee, S., Lingappa, V.R., Ganong, W.F., Lange J.D., 2000, Pathophysiology of Disease : An Introduction to Clinical Medicine, 3rd Ed., McGraw-Hill, New York
c. DiPiro, J.T., Talbert, R.L., Yee, G.C., Matzke, G.R.,Wells, A.G., Pasey, L.M., 1997, Pharmaco-therapy a Phatophysiological Approach, 3rd Ed., Apleton & Lange, Stanford.
d. Anonim, 2000, Informatorium Obat Nasional Indonesia, Depkes RI, Jakarta
e. WHO, 1986, Menanggulangi Ketagihan Obat dan Alkohol, Penerbit R, Bandung

8). Manajemen Sumber Daya Manusia [2]
Pendahuluan, membahas tentang manajemen SDM yang meliputi : perekrutan, penempatan, pelatihan dan pengembangan, pengelolaan mutu, kompensasi (reward and pinishment), hubungan perburuhan dan keselamatan kerja Manajemen SDM.
Pustaka :

a. Dessler, G., 1997, Human Resources Management, 7th Ed., Prentice Hall, New Jersey.
b. Schermerhorn, J.R., 1999, Management, 5th Ed., John Willey & Sons, New York

9). Manajemen Pemasaran [2]
Pendahuluan, membahas tentang pemasaran, bagaimana membangun kepuasan, nilai, upaya mempertahankan pelanggan; persaingan di bisnis farmasi; mengidentifikasi segmen pasar, memilih sasaran dan memenangkan pasar; perencanaan strategis yang berorientasi pasar anlisis SWOT PBM Mix; dan menghadapi persaingnan dan mengembangkan strategi pemasaran.
Pustaka :

a. Van Horne, J., 2000, Financial Management and Policy, Prentice Hall, New Jersey.
b. Walley, T., Haycox A., Boland, R., 2004, Pharmaco-economics, Churchill Livingstone., Philadelphia.
c. Lindstone, J., Macleman, J., 1999, Marketing Planning for the Pharmaceutical Industry, 2nd Ed., Gower Publ., Burlington
d. Kotler, P., 2000, Marketing Management, 10th Ed., Prentice Hall, New Jersey.

10). Farmasi Sosial [2]
Pendahuluan; membahas tentang hubungan kondisi sosial masyarakat dengan asuhan kefarmasian dan kesehatan; aspek sosial dan perilaku; promosi kesehatan dan pendidikan masyarakat; model-model perilaku sehat; studi kasus yang menyangkut farmasi sosial.
Pustaka :

a. Anonim, 1990, The Role of Pharmacist on Health Care System, WHO, Geneve
b. Anonim, 1994, Good Pharmacy Practice in Community and Hospital,WHO, Geneve
c. Anonim, 1998a, Pharmaceutical Care, FIP Statement of profesional standard, The hague
d. Harding, G., Nettleton, S., Taylor, K.D., 1993, Sociology for Pharmacist : An Introduction, McMillan Press, Hongkong
e. Harding, G., Nettleton, S., Taylor, K.D., 1994, Social Pharmacy, Pharm. Press, London
f. Taylor, K., Smith, M.C., 2001, Pharmacy Practice, Taylor & Francis, London
g. Winfield, A.J., Richards, R.M.E., 2004, Pharma-ceutical Practice, 3rd Ed., Livingstone, New York

11). Ilmu Kesehatan Masyarakat [2]
Pendahuluan; konsep kesehatan masyarakat; pengertian tentang public health, preventive health and public health pharmacy; riset dalam kesehatan masyarakat; sehat dan kegiatan pokok kesehatan masyarakat; indicator derajad kesehatan; sasaran operasional kesehatan masyarakat, Indonesia sehat 2010
Pustaka :

a. Burton, L.E., Smith, H.H., 1995, Public Health and Community Medicine, 2nd Ed., Williams & Wilkins, Baltimore
b. Bush, P.J., Johnson, K.W, 2008, Where Is the Public Health, Pharmacist?, Am. J. Pharm. Educ, 43, 249-252

12). Herbal Medisin [2]
Pendahuluan; membahas tentang hal-ihwal yang terkait dengan tumbuhan obat serta herbal medisin dengan segala aspeknya, utamanya dari segi pandang botani, farmakognosi, fitokimia dan farmakologi dalam upaya pemeliharaan kesehatan dan pengobatan.
Pustaka :

a. Mill, S., Bone, K., 2000, Principles and Practice of Phytotherapy-Modern Herbal Medicine, Churchill Livingstone., Toronto.
b. Philip, R.B., 2004, Herbal-Drug Interaction and Adverse Effects-An Evidence Based Quick Reference Guide, McGraw-Hill, New York
c. Ross, I,A., 1999, Medicinal Plants of the World, Humana Press, Totowa.
d. Schule, V., Hansel, R., Tyler, V.E., 1997, Rational Phytotherapy, Springer, Berlin
e. Newall, C.A., Anderson, L.A., Philipson, J.D., 1996, Herbal Medicines-A Guide for Health-care Proffesionals, Pharm. Press, London

13). Kesalahan Pengobatan (medication error) [2]
Pendahuluan; membahas tentang kesalahan pengobatan dan prevensinya; penyebab kesalahan pengobatan; pendekatan sistem terhadap kesalahan pengobatan; prevensi kesalahan pengobatan; kesalahan pengobatan pada kondisi dan penyakit spesifik; dan kesalah pengobatan dan manajemen resiko
Pustaka :

a. Jackson, M.R., 1999, Medication Errors, APhA, Washington
b. Malone P.M., Mosdell, K.W., Kier. K.L., Stanivich, J.F., 2001, Drug Information : A Guide for Pharmacist, McGraw Hill, New York

14). Manajemen Keracunan [2]
Pendahuluan; membahas aspek keracunan akut, kronis, disengaja maupun tidak disengaja; identifikasi racun; diagnosis keracunan; tatalaksana terapi keracunan yang tepat pada keracunan obat, pestisida, makanan dan minuman, logam berat, dan narkotika.
Pustaka:

a. Goldfrank, L.R., 1990, Toxicologic Emergencies, 4th Ed., Apleton & Lange, Norwalk
b. Olson K.R., 1990, Poisoning and Drug Overdose, 1st Ed., Apleton & Lange, Norwalk
c. Stine K.E., Brown, T.M., 1996, Principle of Toxicology, CRC Press, Florid
d. Donatus, I.A., 1992, Toksin Pangan, UGM Press, Yogyakarta
e. Flanagan, R.J., Braithwaite, R.A., Brown, S.S., Widdop, B., de Wolff, F.A., 1995, Basic Analytical Toxicology, WHO, Geneve

15). Nutrasetika [2]
Pendahuluan; arti penting nutrisi dalam terapi dan kesehatan; kebutuhan nutrisi manusia; kebutuhan nutrisi pada pasien dengan penyakit tertentu; penyakit mendeplesi nutrisi dan perlunya nutrisi tambahan; obat dapat mendeplesi nutrisi dan perlunya nutrisi ditambahkan dalam terapi obat; nutrisi-nutrisi yang berguna dalam terapi dan dalam menjaga kesehatan. Nutrisi untuk meningkatkan sistem imun, mencegah penyakit kardio-vaskuler, mencegah penuaan dini, menurunkan kolesterol, memperbaiki fungsi ginjal dan liver, memperbaiki mood dan perilaku; mengurangi gejala asma, dan pengatasan diabetes mellitus.
Pustaka :

a. Anonim, 2005, PDR Nutritional Supplements Guide.
b. Watson, R.R. and Preedy, V.R., 2004, Nutrition and Heart Disease Causation and Prevention, CRC Press, Boca raton.
c. Truswell, A.S., 2003, ABC of Nutrition, 4th Edition, BMJ Publishing, London.
d. Frost, G., Dornhorst, A., and Moses, R., 2003, Nutritional Mnagement of Diabetes Mellitus, John Wiley & Sons, Chichester.
e. Anonim, 2000, Integrative Medicine Professional Access, Integrative Medicine Communications, New York
f. Talbott, S.M, 2003, A Guide to Understanding Dietary Supplements, The Haworth Press, New York.

16). Farmakogenomika [2]
Pendahuluan; variabel genetik yang menyebabkan perbe-daan individual manusia dalam respons terhadap obat; varian-varian monogenetik yang mempengaruhi respons terhadap obat; informasi genetik dalam pemilihan obat, penentuan dosis dan lama pengobatan; terapi sebagai pendekatan untuk mengatasi dan menyembuhkan penyakit dengan mengubah ekspresi gen; obat regeneratif dan stem cell; rekayasa jaringan untuk membuat, memperbaiki, dan atau menggantikan jaringan.
Pustaka:

a. Elliot, W.H., Elliot D.C., 1996, Biochemistry and Molecular Biology, John Wiley And Sons, New York
b. Sambrook, J., Fritsch, F.F., Maniatis, T., 1989, Molecular Clonning, 2nd Ed., Harbor Press. New York.
c. Lodish, H., Beck, A., Zipursky, S.L., Matsudaira, P., Darnel, J., 2000, Molecular Cell Biology, 4th Ed., Freeman & Co., New York
d. Lewin B., 2000, Genes VII, Oxford Univ. Press. London

17). Farmasi Veteriner [2]
Pendahuluan; permasalahan sediaan veteriner; dasar pemilihan sediaan veteriner; sistem digestive, kulit, liver, ginjal dan organ lain dari hewan; nasib obat dalam tubuh hewan; jenis-jenis obat veterinar; produk veteriner; bentuk sediaan: oral, feed additive premix, obat lewat minuman, dan topikal.
Pustaka :

a. Banker, G.S., Rhodes, C.T., 1996, Modern Pharma-ceutics, 3rd Ed., Marcell Dekker, New York
b. Bishop, Y., The Verinary Formulary, 5th Ed., Pharm. Press, Great Britain
c. Blodinger, J., 1993, Formulation of Veterinary Dosage Forms, Marcell Dekker, New York.

18). Farmasi Klinik [2]
Pendahuluan; membahas tentang sejarah dan pengertian tentang farmasi klinik; kegiatan dan proses dalam farmasi klinik; metode pendekatan dan penyelesaian masalah dalam farmasi klinik; drug induces disease; interpretasi hasil pemeriksaan fisik dan data laboratorium; terapi pada kelompok pasien tertentu dan studi kasus.
Pustaka :

a. Aslam, M., Tan, C.K., Prayitno, A., 2003, Farmasi Klinis, PT Elex Media, Jakarta
b. Herfindal, E.T., Gourley, D.R., 2000, Textbook of Therapeutic Drug and Disease Management, W & W Publs., Philadelphia.
c. Hughes, J., Donelly, R., Chatgilou, J.G., 1998, Clinical Pharmacy : A Practical Approach, The SHPAus, Sidney.
d. Jones, W.N., Campbell, S., 1993, Designing and Recomending a Pharmacist Care Plan, Clinical Skill Program, ASHPh, New York

19). Patologi Klinik [2]
Pendahuluan, manfaat patologi klinik dan hubungannya dengan farmasi; hematologi dan interpretasi hasil pemeriksaan laboratorium; kelenjar paratiroid dan metabolisme kalsium; lipid dan pemeriksaan laboratorium pada penyakit kardiovaskular, DM dan pemeriksaan laboratorium penunjang; enzim-enzim yang berguna dalam diagnostik klinik; test fungsi: hati, ginjal dan interpretasi hasil laboratorium; pemeriksaan laboratorium pada kehamilan, pancreas dan intestine, penandaan kanker (CA marker); dan penyakit karena virus (TORCH)
Pustaka :

a. Greene, R.J., Harris, N.D., Goodyear, L.I., 2000, Pathology and Therapeutics for Pharmacists ; A Basic for Clinical Pharmacy, Pharm. Press, London
b. Bishop, M.L., Engelkirk, J.L., Fody, E.P., Clinical Chemistry : Principles, Procedures, Correlation, 3rd Ed., Lippincot, Philadelphia
c. Widman, F.K., 1993, Clinical Interpretation of Laboratory Test, 9th Ed., Davis Co., Philadelphia.

20). Kosmesetika [2]
Pendahuluan; arti penting/ kegunaan kosmesetika dalam praktek kefarmasian; kosmetika untuk perawatan kulit, struktur dan fungsi kulit, warna kulit, kondisi kulit, sinar UV dan kulit, penuaan kulit, peremajaan kulit, dan jerawat; kosmetika untuk perawatan rambut, fisiologi pertumbuhan rambut, pengaruh hormon, tipe rambut, warna rambut, komposisi kimiawi rambut, kerusakan rambut, pengaruh nutrisi dan hormonal; kosmetika untuk kuku; bahan-bahan kosmesetika meliputi pemutih, penumbuh rambut, perawatan kulit, anti jerawat, anti gatal, anti ketombe, anti perspiran dan deodoran, perawatan gigi dan mulut, dan lain-lainnya; pewarna rambut; parfum; dan peraturan tentang kosmetika.
Pustaka :

a. Mitsui, T, 1997, New Cosmetic Science, Elsevier, Amsterdam.
b. Breuer, M.M., 1980, Cosmetic Science, Volume 2, Academic Press, New York.
c. Wilkinson & More, 1982, Harry’s Cosmetology, 7th Edition, Chemical Publishing, New York.

21). Patofisiologi
Pendahuluan; pengertian dasar patofisiologi, seperti penyakit, sakit, dan perubahan-perubahan patofisiologis; cairan dan elektrolit; patofisiologi sistem-sistem tubuh yang meliputi kardiovaskuler, respirasi, syaraf, hematologi, immun, endokrin, renal, hepatik, reproduktif, dan muskoloskeletal.
Pustaka :

a. Frizzell, J.P., 2001, Handbook of Pathophysiology, Springhouse Corporation, Springhouse
b. DiPiro, J.T., Talbert, R.L., Yee, G.C., Matzke, G.R., Wells, A.G., Pasey, L.M., 1997, Pharmacotherapy a Phatophysiological Approach, 3rd Ed., Apleton & Lange, Stanford.

22). Merespon Gejala Penyakit (Responding To Symptoms) [2]
Pendahuluan; arti penting merespon gejala penyakit dalam praktek; proses merespon gejala penyakit; obat yang dapat diberikan oleh apoteker; tanda dan gejala berbagai penyakit; pemilihan opsi terapi oleh apoteker untuk pasiennya; penanganan gejala penyakit; konfirmasi diagnosis; membedakan penyakit ringan (minor illness) dan berat (major disease); pemberian terapi dan konseling; hasil terapi dan monitoring; kondisi-kondisi yang dapat ditangani oleh apoteker antara lain sakit kepala, batuk, flu (cold), radang tenggorokan, sakit perut, konstipasi, diare, candidiasis vaginal, dan penyakit kulit, seperti alergi, gigitan/ sengatan serangga, ekzema, jerawat (acne), infeksi jamur, kutu rambut, dan skabies.
Pustaka :

a. Kumar, V., Abbas, A.K., and Fausto, N.F., 2005, Robins and Cotran Pathologic Basis of Disease, 7th Edition, Elsevier Saunders, Philadelphia.
b. DiPiro, J.T., et al., 2005, Pharmacotherapy A Patho-physiologic Approach, 6th Ed., McGraw Hill, New York.
c. Herfindal, E.T. and Gourley, D.R., 2000 Textbook of Therapeutics Drug and Disease Management, Lippincott Williams &Wilkins, Philadelphhia.
d. Chan, P.D., Johnson, M.T., 2004, Treatment Guidelines for Medicine and Primary Care, Curr. Clin. Str. Publ., Laguna Hills.

23). Administrasi Farmasi/Regristrasi [2]
Pendahuluan; membahas secara umum regristrasi produk farmasi, kosmetik, dan obat tradisional; Membicarakan bermacam-macam aspek kimia (QC), formulasi, farmakologi, dan mikrobiologi pada registrasi sediaan dan perbekalan farmasi; cara pengisian formulir registrasi; pembuatan label, dan pengelolaan wadah.
Pustaka :

a. Anonim, 2004, Cara Pengisian Formulir Registrasi Obat, Badan POM, Jakarta
b. Anonim, 2004, Cara Pengisian Formulir Registrasi Kosmetik, Badan POM, Jakarta
b. Anonim, 2004, Cara Pengisian Formulir Registrasi Makanan, Badan POM, Jakarta.

Catatan :
Silabus Kurikulum Institusional Program Pendidikan Apoteker ini disyahkan pada Rapat Majelis APTFI pada tanggal 30 April 2008 di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Comments (0)

Rencana Program Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS)

Posted on 03 March 2009 by Admin Web

Daftar Rencana Program Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS) Program Pendidikan Sarjana Farmasi :

  1. Biologi Sel
  2. Kimia Organik
  3. Kimia Analisis
  4. Botani Farmasi
  5. Anatomi Fisiologi Manusia
  6. Biokimia
  7. Mikrobiologi Virologi
  8. Imunologi
  9. Patologi
  10. Farmasi Fisika
  11. Farmasetika Dasar
  12. Teknologi Sediaan Farmasi
  13. Analisis Farmasi
  14. Kimia Medisinal
  15. Farmakognosi Fitokimia
  16. Farmakologi Toksikologi
  17. Biofarmasi Farmakokinetika
  18. Farmakoterapi
  19. Undang - Undang dan Etika Kesehatan
  20. Kewirausahaan

Daftar Rencana Program Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS) Program Pendidikan Profesi Apoteker :

  1. Farmakoterapi Terapan
  2. Pelayanan Kefarmasian
  3. Compounding dan Dispensing
  4. Manajemen Farmasi

Comments (0)

Sistem Pendidikan dan Standar Praktek Kerja Profesi Apoteker

Posted on 02 March 2009 by Admin Web

Dapatkan informasi terkait dengan Sistem Pendidikan serta Standar Praktek Kerja Profesi Apoteker pada link berikut ini :

Comments (0)